Rabu, 24 Desember 2014

Pertanyaanmu

Aku tersenyum ketika mengingat pertanyaanmu semalam, berbeda
Rasanya seperti ada hembusan angin yang tiba-tiba melewati belakang tengkukku
Sesaat aku akan terpaku dan kembali tersenyum –mengingatmu-
Aku terkejut ketika kau bertanya, “apa menurutmu cinta itu harus memiliki?”
Tentu saja kujawab dengan yakin, “tidak.”
Kau terlihat berpikir sejenak sambil mengangkat alismu, “menurutku cinta itu harus memiliki.” Ternyata kau telah memiliki argumenmu sendiri
“oh. Kalau begitu itu bukan cinta. Itu adalah obsesi.” Jelas aku memiliki pendirianku sendiri

Jumat, 19 Desember 2014

Malam Puncak -sudut pandangku

Langit yang mulai menghitam karena matahari telah berganti arah untuk berlabuh, menandakan bahwa acara megah akhir tahun mu ini siap dimulai
Gerbang utama gedung ini terbuka dan banyak orang berbondong masuk
Canda tawa dan rasa ingin tahu mereka hanya dapat kusaksikan dari atas balkon lantai dua
Aku yang bertugas sebagai penjaga setiap tanda untuk bisa masuk hanya bisa berdiri menanti dan tak sempat menikmati, pesta mu
Kau pemimpinnya, kau adalah pemilik acara ini. Sedangkan aku hanyalah seseornag yang berdiri dibaliknya, membantu

Malam Puncak -kesan

Terima kasih, untuk semalam.
                Jika aku melihat dari sudut pandang kita, semalam adalah malam terindah, bukan? Selamat untuk kesuksesan acaramu. Semua benar-benar pecah! Usaha kerasmu dan yang lain akhirnya membuahkan hasil yang kuakui luar biasa. Selamat ya. sekali lagi selamat. Terimakasih sudah mengabdi pada acara ini sampai akhir. Sampai kau bisa menuai hasilnya sekarang.
                Jika aku melihat dari sudut pandangku sendiri, semalam adalah salah satu dari malam terindah dalam hidupku. Terima kasih untukmu yang sudah membahagiakan –lebih tepatnya respect pada- ku. Terima kasih. Benar-benar tak bisa kuungkapkan, kau tahu. aku tahu aku bukan bintang semalam, namun kurasa aku boleh beranggapan bahwa aku menjadi ratumu semalam. Maaf karna aku bertindak berlebihan dan bodoh. Maaf karena aku berani beranggapan seperti kau adalah milikku. Maaf. Sekali lagi maaf. Maafkan aku yang egois hanya mementingkan perasaanku dan mengungkapkan semua kesemuan ini. Maaf.
                Kisah semalam akan menjadi cerita indah tersendiri dihatiku. Yang kelak bisa kuceritakan pada orang orang disekitarku dengan sudut pandangku sendiri. Terimakasih atas malam yang istimewa, semalam. Aku bahagia karenamu.

Dari yang kau pegang pipinya semalam
Terima kasih, aku tak menyangka

meski bukan hal yang istimewa 

Selasa, 09 Desember 2014

Renungan Malam Selasa


Selamat malam masa lalu. Gerimis manis malam ini menyapaku kembali setelah mungkin tepatnya satu minggu yang lalu. Mungkin memang belum pantas untuk kusebut masa lalu. Hanya saja semua terasa lama dan memuakkan. Aku yang memaksa lari dan menjauh. Menepis segala rasa dan rindu untuk bersamamu. Apa kabarmu disana?? Masihkah kau mengharapkannya? Mengharapkan gadis penjaga yang cantik itu. Yang kuakui memang idola, aku kalah tentu saja. Tertawalah. Kau boleh saja mwnterawakan kebodohanku yang belum juga bisa melupakanmu. Kelakuanku yang kekanakan minggu ini memang sangat jauh dari akal manusia, bodoh. Lupakan. Kembali ketopik utama. Bagaimana kabarmu disana? Sekali lagi aku bertanya. Bagaimana pula kabar acaramu yang masih membutuhkan banyak dana dan bantuan itu? Bagaimana kabar keluargamu? Adikmu yang baru saja berulang tahun. Dan bagaimana juga kabar matamu? Pelindung kaca dimatamu yang beberapa hari lalu patah itu kini kau ganti dengan lensa tipis berwarna hitam. Menutupi bagian putih dimatamu yang sipit itu. Ingat, jangan lagi tidur sembarangan sebelum kau melepas lensa kontakmu ya. Itu berbahaya. Eh? Maaf. Sekali lagi maafkan aku. Sampai saat ini, aku masil belum juga bisa menghilangkan sosok mu dari pikiranku. Seperti malam yang tak mampu menghapus bintangnya. Aku juga tak mampu. Jaga dirimu disana ya. Aku tak apa disini sendirian mengharapkanmu dalam diamku. Maafkan aku yang tak kunjung sadar akan kenyataan bahwa aku tak pantas mengharapkanmu, sejak awal.

Dari Pemuja Rahasiamu yang bahkan kau sudah tahu
yang cintanya tak pernah kau pikirkan,
namun tetap bersikeras untuk bertahan
itu, Aku

Selasa, 04 November 2014

Bertemu dengan Pergimu

Malam kedua aku datang dan disini kembali tak ada hadirmu
2 hari yang lalu masih kusaksikan engkau tersenyum menanyakan aku
Masih terngiag hangat kata rindu yang kau aturkan padaku
Masih terasa manis kata cinta yang kau rayukan
Kalimat-kalimat pujian itu masih lekat diingatanku, hingga kini
Tapi kini, langit gelap berawan itu menegurku
“sadarlah!”

Selasa, 28 Oktober 2014

Berbeda Dalam Persamaan

Saat bulan tersenyum menyapaku, hangat
Kemanakan hilangnya hadirmu, yang lebih hangat
Aku meredup lelah bertanya, aku semakin bosan menerka
Yang sebenarnya mungkin sudah kutahu jawabnya
Apakah salah jika kubilang kau sedang bersamanya
Tidak. Bukan sedang. Kau hanya ingin bersamanya
Tak lelahkah kau?

Masih Tak Bisa Meyakinimu

Goresan pensil warnaku semalam semakin tak berarah
Disatu sisi aku terlalu focus untuk mewarna bulatan-bulatan geometri itu
Garis yang membatasi tiap sisinya semakin tak Nampak
Semakin tebal ditengah sampai kertasnya nyaris sobek karena ketajaman pensil warna ini
Anganku tak bisa berjalan beriringan dengan tanganku
Pikiranku entah kenapa terlalihkan padamu
Yang sebelumnya enggan untuk ku perhatikan

Selasa, 16 September 2014

Kesepakatan Kita

Semua berawal dari sebuah kekesalan yang kekanakan
Tentang hasrat untuk memiliki yang tak mungkin terwujud
Tentang kebohongan yang memaksa untuk berhenti
Kulupakan sejenak tentang rasa peduliku
Kuhilangkan sebentar belas kasihanku
Memang sulit menumbuhkan ego yang tinggi didepanmu
Saat itu, dia datang
Sahabatku.

Sabtu, 06 September 2014

Berbahagialah Tanpa Terjatuh

Berita besar itu memang mengguncang semuanya
Mungkin entah disadari kau memikirkannya
Ini bidangmu, tapi entah kenapa kau tak bisa
Aku masih bisa melihatmu tersenyum kala kau bersiaga
Aku masih bisa melihatmu tertawa saat kau bersedia
Dan aku masih bisa melihatmu bahagia saat kau mulai
Tapi saat kau berhenti tak ada sedikit tawa

Minggu, 10 Agustus 2014

Aku dan Ujian

Ketika aku mulai bosan berada diruangan besar ini
Duduk menghadap lurus kedepan meja sudut ruangan
Kertas berisi pertanyaan berjumlah lima puluh itu mulai kusam
Penuh dengan coretan tak berguna yang kugoreskan
Tinta biru hitam memenuhi lembar demi lembar kertas soal itu

Aku tetap Bersembunyi

Zaman telah berganti, tapi tak dengan cerita tentangmu
Aku masih disini dalam hari jadimu yang kesekian kali
Gelap yang selalu membayangiku, tak sepadan dibanding kilaumu
Aku tetap bertahan walau kilaumu tak berujung padaku
Remang cahaya yang kudapat pun tetap ku artikan indah
Ini semua kuanggap realita tentang ceritaku bersamamu

Aku Bersikeras Diam

Hari ini, tanpa sadar kita berbicara
Tentang cerita cintaku yang penuh problema dan realita
Mulutku berucap menceritakan kronologi kisah asmaraku
Tak mampu berhenti sampai aku berada disuatu titik akhir
Sampai akhirnya aku harus diam, aku tersadar
Aku telah membongkar rahasia yang berusaha kusembunyikan selama ini
Aku menceritakan semuanya. Padanya, mereka, bahkan kau

Dipojok Ruang Ujian

Selamat pagi, tuan! Kita kembali bertemu
Seperti biasa aku menyapamu dalam diamku
Melihatmu berjalan masuk kedalam ruangan yang sama denganku,
Lagi-lagi membuatku tersenyum tanpa ragu
Aku selalu memperhatikanmu

Selamat Tinggal Matahari

Sekarang, kau sudah tahu, kau telah mengerti
Akan pertanyaan yang sering kau tanyakan padaku
Tentang apa dan siapa dia. Yang selalu kuceritakan padamu
Dia adalah kau
Kau yang selama ini ada didalam hatiku
Kau yang selama ini menggoreskan cerita dalam buku harianku

Rabu, 23 Juli 2014

Sadar Akan Dusta

Diantara
Angin yang bertiup semesra dirimu
Gelapnya malam yag mengantarku dalam peraduanmu
Dan bayang-bayang cahaya dari angkasa
………..
Kau masih memelukku, erat
Mendekapku semakin dalam seakan kau tak ingin melepasku pergi

Tak Ada Cinta Sejati

ketika cinta mulai meninggalkanku kala itu
kupikir ini adalah akhir dari dunia
lalu tiba-tiba kau datang dalam kesendirianku
menemani dalam kekosonganku
kupikir, cinta telah berbicara

Tak Lagi Sama

Ini waktu yang kutunggu sejak saat itu
Saat terakhir kita bertemu dan saling menyapa
Mengucapkan kata berpisah dan berucap, “sampai bertemu”
Kami waktu menepati janjinya untuk mempertemukan kita
Kembali.

Selasa, 01 Juli 2014

Benar-Benar Melepasmu

Perpisahan kita hanya masalah waktu, Tak perlu meminta bahkan menunggu
Semua akan terjadi bila sudah perlu
Seperti kemarin, kini tepat sudah satu tahun sejak kita bertemu
Kita telah disuratkan untuk bertemu, mengenal, dan berpisah
Kupikir perpisahan kita akan berjalan menyenangkan
Seperti waktu dimana dulu kita dipertemukan

Kamis, 01 Mei 2014

Cerita Tentang Hari Ini

Jika aku tak menghiraukan masalah-masalah kecil yang terjadi hari ini
Seperti rumah yang terasa kosong tanpa makhluk hidup lain selain diriku sendiri
Dan kejadian-kejadian kecil yang menimpaku pagi tadi,
Ini adalah salah satu hari terbaik yang pernah kualami sejak aku bisa bernafas
Hari pertama dibulan mei kali ini terasa sangat indah tak seperti biasanya

Senin, 31 Maret 2014

Kekecewaanku Karenamu

Ketika keadaan memaksaku  untuk menyerah
Mengharuskanku  menerima kanyataan pahit yang terjadi
Cinta yang ku perjuangkan untuk waktu yang lama
Sekarang mulai menampakan akhir yang menyakitkan
Waktu terbuang percuma hanya untuk menunggumu
Yang kuharapkan bisa kujadikan milikku sepenuhnya
Ternyata hanya membuahkan penantian yang sia-sia

Jumat, 28 Maret 2014

Coretan Dihari Istimewamu

Semburat cahaya pagi itu menyadarkanmu
Elok pesona ragam kicauan burung membuyarkanmu
Langit cakrawala sekan mengajakmu bersuka ria
Alam pun kian berbisik menyajikan pesonanya
Matamu masih terpejam berjalan dialam bawah sadarmu
Angin yang berhembus pun tak bisa mengusikmu

Kamis, 27 Maret 2014

Melepas Cita-Citaku

Sadarkah bahwa roda kehidupan akan terus berputar
Adakalanya kita berada dibawah, dan ada kalanya kita berada dibawah
Tuhan ingin mengajarkan kita tentang arti hidup
Mengajarkan kita untuk dapat menikmati sedih suka kehidupan
Untuk orang yang selalu berada diatas, percayalah bahwa suatu saat kalian akan jatuh
Dan untuk orang yang berada dibawah, bersabarlah tuhan akan mengangkat kalian

Selamat Ulang Tahun

Mentari menyapamu berseru pagi ini
Diselingi kicauan burung bahagia menari
Kau beranjak menapaki indah duniamu sendiri
Yang entah kemana langkah kakimu kan menuju nanti
Menatap elok masa depan yang berawal hari ini
Dihari jadimu yang ke enam belas kali

Mengulang Pertemuan Kita

“hai apa kabar?” terdengar riuh pertanyaan itu menggebu hatiku
Saat kembali manatapmu setelah sekian tahun berlalu
Kita berpisah tanpa ada kata selamat tinggal menyeru
Kita hanya saling tatap bahu tak menau
Siapa aku? Apakah aku? Kau mungkin tak tahu
Kita hanya sesekali berbicara, tatap muka, itu dulu
Perjumpaan singkat sampai akhirnya keadaan memisahkan kau dan aku
Memisahkan kita yang bahkan belum pernah bersatu
Kali ini aku melihatmu kembali disore itu

Minggu, 16 Februari 2014

Mungkin Ini Cara Tuhan

Doaku untukmu yang jauh disana
Aku mencintaimu bahkan sebelum kita mengenal
Aku bisa mencintaimu hanya dengan melihatmu
Tapi sungguh, bukan karena ketampananmu
Mungkin matamu, hidungmu, mulutmu
Atau mungkin alismu, lesung pipimu
Semua terlihat sempurna dimataku

Minggu, 09 Februari 2014

Anganku Bersamamu

Melihat orang datang berpasangan
Mulai dari pernikahan sampai dengan pemakaman
Bergandeng tangan berbagi suka dan duka
Menampakan bahagia lewat senyuman
Melepas kesedihan lewat tangisan
Berjalan beriringan membawa kasih dan cinta

Rabu, 05 Februari 2014

Karena Ku Cintaimu

Mengingat beberapa kejadian belakangan ini
Sejak hari pertama dulu kau mencuri perhatianku
Mengalihkan pandanganku yang semu
Kepada bayangan nyatamu didepanku
Membuatku tersenyum tanpa sebab
Tersenyum saat kau mengalihkan pandanganmu padaku

Sabtu, 01 Februari 2014

Tentang Rahasia Kecilku

Semua ini berawal sejak beberapa bulan yang lalu
Sejak aku mempunyai perasaan terhadap sosok sempurna yang pernah dihadirkan tuhan dalam hidupku
Perasaan ini kupendam karena saat itu kau tak sedang sendiri
Ada sosok lain yang sedang bersamamu
Aku hanya bisa membagi rahasia kecilku ini kepada orang terdekatku
Sampai beberapa bulan aku tetap bertahan dengan perasaanku
Aku menunggumu

Tentang Malaikatku

Ketika pertama melihatmu, aku merasakan ada sesuatu yang aneh pada perasaanku.
Awalnya semua terlihat sama dan biasa saja di mataku, tapi ketika ku melihat mu terus, dan terus
Semua terlihat indah dan istimewa...
Aku tidak tau rasa apa yang kurasakan pada waktu itu, Aku jadi yakin dengan perasaanku ini.
Ya, aku mulai merasakan rasa yg belum pernah kurasakan sebelumnya.
Entah apa yang membuatmu  bisa ada di hati ku,
Kau sama seperti laki-laki yang lain, tapi…
Seperti ada yg menerangi hidup ku kembali dengan senyummu itu.

Merindukanmu Yang Jauh Disana

Malam ini aku menunggu ditengah hujan
Tak ada satupun cahaya bintang yang menerangi malamku
Hanya ada kerinduan yang menyergap benakku
Dimanakah engkau yang selalu menemaniku?
Dimanakah engkau yang selalu ada untukku?
Mengingat masa lalu saat kita bersama
Saat kau memegang tanganku erat

Cukup Dengan Bahagiamu

Aku bahagia hanya dengan melihatmu
Aku bahagia hanya dengan mendengar suaramu
Aku bahagia bahkan hanya dengan menatapmu dari jauh
Tak peduli jika kau sama sekali tak melihatku
Aku tetap bahagia…
Entah sampai kapan aku akan bertahan seperti ini
Menunggumu untuk melihatku…

Cerita Tentang Dia

Dia ada disaat aku membutuhkannya
Dia hadir disetiap detik perjalanan hidupku
Menghiasi hidupku yang begitu putih dengan warna-warni tawanya
Tapi, disaat aku mulai nyaman, dia memilih untuk pergi
Dan, disaat aku mulai mencari, dia menghilang
Sebenarnya apa yang sedang terjadi?
Dulu kupikir ini takdir.

Bertemu Dengan Kegagalan

Disaat ku menemui kegagalan, dan ini sudah tepat pada akhir
Tak ada yang bisa kulakukan
Tapi hal pertama yang bisa kulakukan hanyalah menangis
Siapa yang tidak akan menangis saat menemui kegagalan yang sudah tidak pernah bisa ia perbaiki
Cukup 4 jam untukku untuk menghabiskan air mataku
Sampai akhirnya kusadar, untuk apa semua ini
Aku menangis sekeras apapun, selama apapun tidak akan mengubah keadaan
Semua sudah ditetapkan. Dan ini lah hasil akhirku

Singkat Tentang Persahabatan

Waktu tak menghalangi kita untuk bertemu
Jarak tak membatasi kedekatan kita
Keyakinan yang berbeda dapat tertoleransi
Itulah yang disebut persahabatan
Kita mengenal diantara malam gelap
Bersama duduk dalam bangku sudut ruangan

Merindukan Kebersamaan Kita, Dulu

Aku tak bisa memelukmu meski aku ingin
Tak bisa menggenggam tanganmu meski aku mau
ingin ku sandarkan tubuhku di bahumu, itu pun tidak bisa
ingin terlelap dipangkuanmu, itu pun tak bisa
kita dekat, kita sangat dekat
tapi aku tak bisa menyentuhmu seperti yang aku inginkan
kita tidak jauh, benar kita memang tidak jauh
tapi mengapa, rasanya sulit untuk menyentuhmu

Karna Kau Mencintaiku

Hari itu,
Ku termangu menunggumu
Duduk termenung dalam penantianku
Selalu sabar menantikan kedatanganmu
Derap langkah yang kudengar,
Kilau mata yang bersinar,
Serta senyum yang tak pernah pudar,
Semakin membuat hatiku tegar
Melihat kedatanganmu,
Terketuk jiwa sanubariku

Perpisahan Kita

Disaat aku mulai melihatmu
Mulai berpaling dari orang yang dulu
Mulai mengukuhkan hatiku
Untuk mulai mencintaimu
Kuukir namamu perlahan dalam hatiku
Takkan kubiarkan nama ini tergores sedikitpun
Takkan kubiarkan nama ini terbakar masa
Kan kujaga bahkan sampai akhir hidupku
Ya! disaat kesempurnaan hati berpihak kepadaku
Saat ribuan bunga terasa menyeruak ini
Kau perlahan menghilang dari hadapanku

Datang Disaat Yang Tepat

Dikala cintaku padanya tak terbalas
Kumasih mencoba untuk menunggu
Berharap suatu saat dia akan berbalik melihatku
Tak peduli meski terdapat sosok lain dalam matanya
Sosok yang berada jauh disana
Melihatnya melihat sosok lain itu
Tak ada yng bisa kulakukan selain menunggu
Sampai putaran waktu kini terlupa
Saat itulah kau datang

Selalu Ada Cerita

pernahkah kalian menyadari tentang nikmatnya hidup
atau pernahkah kalian merasakan pahitnya hidup
senang susah hidup selalu berganti bagai roda yang berputar
manis pahit kehidupan selalu membayang disetiap langkah bahsa nafas yang kita hembuskan
tak ada satu pun makhluk ciptaan tuhan yang tak merasakannya
tak perlu merasa tidak adil dengan apa yang kita alami
tuhan telah membagi takdir kita masing-masing
mulai dari lahir sampai waktunya kita kembali nanti