Mengingat
beberapa kejadian belakangan ini
Sejak hari
pertama dulu kau mencuri perhatianku
Mengalihkan pandanganku
yang semu
Kepada bayangan
nyatamu didepanku
Membuatku tersenyum
tanpa sebab
Tersenyum saat
kau mengalihkan pandanganmu padaku
Saat kau
berbicara padaku
Dan saat kau
memegang pundakku
Bulir air mata
mengalir menyeruak
Kau membuatku
menangis karenamu
Saat melihat
kau tertawa bersama orang lain
Saat aku
melihat kau memegang tangannya
Dan saat
melihat kau tak lagi melihatku
Bahkan tetesan peluh keringatku tercurah
Mengalir deras
saat aku berusaha mengejarmu
Mengerjarmu yang
sudah berlari menjauh
Dan saat aku
harus menahanmu untuk tetap tinggal
Semua itu
untukmu
Suka, duka,
bahkan luka dalam hidupku
Semua itu
karenamu, tentangmu
Kenapa?
Kenapa kugantungkan
hidupku pada sosok manusia sepertimu
Pada seseorang
yang abu-abu
Tak pasti,
dan meragu
Datang saat
mau, dan pergi saat ingin
Bagaikan permen
karet
Yang habis
manis sepah dibuang
Tapi, dengan
kelakuanmu yang seperti itu, aku tidak bisa marah
Aku justru
semakin ingin berjuang untukmu
Untuk mimpiku
yang menginginkan kata “kita”
Yang mengharapkan
akhir bahagia dari kisah tak kentara
Aku yang
selalu berminpi dan berharap ini…
Mulai menyadari…
Sekarang aku
tahu, aku mengerti
Alasan semua
itu menjadi karenamu
Tawaku,
tangisku, semuanya
Itu karena
aku mencintaimu
Aku bahagia
karena aku mencintaimu
Aku merasakan
sakit juga karena mencintaimu
Aku rela
menunggu dan berlari itu juga karena aku mencintaimu
Mulai dari
baik buruknya dirimu
Aku mencintai
semua bagian yang ada pada dirimu
Tak terkecuali
hatimu yang sampai saat ini masih belum menyimpan namaku
Matamu yang
belum bisa melihatku seutuhnya
Tanganmu yang
belum bisa merengkuhku dalam pelukmu
Bibirmu yang
belum bisa mengecup keningku
Semuanya…
Aku akan
menunggu… menunggu sampai kapanpun
Aku tidak
akan berpaling, karena aku mencintaimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar