Jumat, 19 Desember 2014

Malam Puncak -kesan

Terima kasih, untuk semalam.
                Jika aku melihat dari sudut pandang kita, semalam adalah malam terindah, bukan? Selamat untuk kesuksesan acaramu. Semua benar-benar pecah! Usaha kerasmu dan yang lain akhirnya membuahkan hasil yang kuakui luar biasa. Selamat ya. sekali lagi selamat. Terimakasih sudah mengabdi pada acara ini sampai akhir. Sampai kau bisa menuai hasilnya sekarang.
                Jika aku melihat dari sudut pandangku sendiri, semalam adalah salah satu dari malam terindah dalam hidupku. Terima kasih untukmu yang sudah membahagiakan –lebih tepatnya respect pada- ku. Terima kasih. Benar-benar tak bisa kuungkapkan, kau tahu. aku tahu aku bukan bintang semalam, namun kurasa aku boleh beranggapan bahwa aku menjadi ratumu semalam. Maaf karna aku bertindak berlebihan dan bodoh. Maaf karena aku berani beranggapan seperti kau adalah milikku. Maaf. Sekali lagi maaf. Maafkan aku yang egois hanya mementingkan perasaanku dan mengungkapkan semua kesemuan ini. Maaf.
                Kisah semalam akan menjadi cerita indah tersendiri dihatiku. Yang kelak bisa kuceritakan pada orang orang disekitarku dengan sudut pandangku sendiri. Terimakasih atas malam yang istimewa, semalam. Aku bahagia karenamu.

Dari yang kau pegang pipinya semalam
Terima kasih, aku tak menyangka

meski bukan hal yang istimewa 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar