Selasa, 09 Desember 2014

Renungan Malam Selasa


Selamat malam masa lalu. Gerimis manis malam ini menyapaku kembali setelah mungkin tepatnya satu minggu yang lalu. Mungkin memang belum pantas untuk kusebut masa lalu. Hanya saja semua terasa lama dan memuakkan. Aku yang memaksa lari dan menjauh. Menepis segala rasa dan rindu untuk bersamamu. Apa kabarmu disana?? Masihkah kau mengharapkannya? Mengharapkan gadis penjaga yang cantik itu. Yang kuakui memang idola, aku kalah tentu saja. Tertawalah. Kau boleh saja mwnterawakan kebodohanku yang belum juga bisa melupakanmu. Kelakuanku yang kekanakan minggu ini memang sangat jauh dari akal manusia, bodoh. Lupakan. Kembali ketopik utama. Bagaimana kabarmu disana? Sekali lagi aku bertanya. Bagaimana pula kabar acaramu yang masih membutuhkan banyak dana dan bantuan itu? Bagaimana kabar keluargamu? Adikmu yang baru saja berulang tahun. Dan bagaimana juga kabar matamu? Pelindung kaca dimatamu yang beberapa hari lalu patah itu kini kau ganti dengan lensa tipis berwarna hitam. Menutupi bagian putih dimatamu yang sipit itu. Ingat, jangan lagi tidur sembarangan sebelum kau melepas lensa kontakmu ya. Itu berbahaya. Eh? Maaf. Sekali lagi maafkan aku. Sampai saat ini, aku masil belum juga bisa menghilangkan sosok mu dari pikiranku. Seperti malam yang tak mampu menghapus bintangnya. Aku juga tak mampu. Jaga dirimu disana ya. Aku tak apa disini sendirian mengharapkanmu dalam diamku. Maafkan aku yang tak kunjung sadar akan kenyataan bahwa aku tak pantas mengharapkanmu, sejak awal.

Dari Pemuja Rahasiamu yang bahkan kau sudah tahu
yang cintanya tak pernah kau pikirkan,
namun tetap bersikeras untuk bertahan
itu, Aku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar