Minggu, 16 Februari 2014

Mungkin Ini Cara Tuhan

Doaku untukmu yang jauh disana
Aku mencintaimu bahkan sebelum kita mengenal
Aku bisa mencintaimu hanya dengan melihatmu
Tapi sungguh, bukan karena ketampananmu
Mungkin matamu, hidungmu, mulutmu
Atau mungkin alismu, lesung pipimu
Semua terlihat sempurna dimataku

Pertama aku melihatmu duduk tenang dibangkumu
Kuberlalu melwatimu dalam malu
Pertama mengajakmu berkenalan disudut kelas dulu
Tanganku kaku membatu dalam genggamanmu
Matamu yang menatap lurus membantu terpaku
Senyum datarmu semakin membuatku bertanya
Bolehkah aku memilikimu?
Dengan segala kekuranganku aku berani berharap
Aku berani bermimpi untuk menggapaimu
Mimpiku semakin tinggi saat beberapa waktu lalu kau selalu didekatku
Tatapan dingin lamamu mulai hangat
Mulai berbasa-basi saat berbicara denganku
Namamu pun semakin sering terucap dalam setiap doa yang kupanjatkan
Berharap kau adalah belahan jiwaku
Sosok yang tuhan ciptakan untuk menjadi imamku
Tuhan jelas mendengar doaku
Aku berdoa agar ia mendekatkan kita jika kita memang berjodoh
Tapi yang namanya mimpi, suatu saat kita pasti terbangun juga
Masa masa indah kita kini mulai menampakan akhir
Seperti tak akan ada kata selamanya, hanya ada sesaat
Ada apa? Ada apa dengan doaku selama ini?
Apa tuhan tak lagi mendengar doaku untuk mendekatkan kita?
Ataukah ini memang cara tuhan untuk menjauhkan kita
Menjauhkan kita karena kita memang tak patut bersama
Karena kita memang bukan jodoh dimasa depan
Begitukah?
Miris memang. Tapi jika ini memang jalan-Nya, aku terima
Suatu saat kita akan bertemu seseorang yang benar-benar tuhan ciptakan untuk mendampingi kita
Dan saat itu tiba aku akan bahagia
Tak apa jika aku harus melepasmu kali ini
Tapi cintaku tak akan semudah itu pergi…
Mungkin butuh waktu untuk memutus harapan yang sudah terlalu tinggi ini
Tapi aku akan menunggu
Bukan menunggumu. Tapi menunggu rencana tuhan yang lain
Yang sudah ia persiapkan untukku
Hidup ini seperti sebuah drama yang sudah tersurat dan diatur oleh tuhan

Tuhan pasti sudah mempersiapkan akhir yang baik untukku, untuk kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar