Minggu, 04 Februari 2018

Hujan dalam Hati

sebelum hujan
mendung
hitam yang cukup lama
semakin kelam
sekarang hujan
deras tak henti henti
semesta seperti hati
memendam begitu lama
kemudian tak kuasa membendung air mata
ia menangis
karena terlalu berat
dan saya juga
masih dalam masa setia
tidak tahu nanti
apakah akan jatuh juga
tak henti henti

Jumat, 02 Februari 2018

Kamu Bersamanya. dan Aku

bukan tentang bagaimana rasa yang tertinggal, atau cerita yang belum usai. tapi melihatmu bahagia dengan orang lain memang tak sebahagia yang kubayangkan. ada sebuah senyun simpul di akhir tawaku, ada air yang menetes di sela tatapan rindu.
kemudian aku mulai bernostalgia lagi, dengan kamu yang dahulu. dengan aku yang tetap sama. tak pernah berubah dalam hal mencintaimu. hanya dulu kupikir kebahagianku adalah melihatmu bahagia. tak perlu denganku.
sekarang aku memilih untuk egois, aku ingin bahagia denganmu, yang kutatap sebelum kupejamkan mata, yang kusapa dengan kopi hangat di setiap pagi.
begitu rumit sekarang, kamu, aku, dan segala jarak dan ingatan yang mulai menghikang. hal sederhana yang membuatku bahagia saat ini adalah tidak melihatmu bersama siapapun. aku memilih kita berdua terjebak dalam ketidakbahagiaan daripada aku yang harus melihatmu bahagia sendiri. dan aku juga tidak suka jika aku bahagia sedang kamu masih kupedulikan dari jauh.

Senin, 29 Januari 2018

Kamu dan Bali

yang kupikirkan setelah mendengar kata 'BALI'. bukan Kuta, atau Tanah Lot, bukan juga tarian Barong yang terkenal itu. atau joger. tempat yang tidak boleh sampai terlewat jika berkunjung ke Bali. pulau pendistribusi wisatawan terbesar di indonesia.
kamu. adalah hal pertama yang kupikirkan setlah mendengar kata 'BALI' kamu yang dingin, kamu yang mencariku, kamu yang hilang, kamu di tahun 2014.
Hallo kamu.