Semua berawal dari sebuah kekesalan yang kekanakan
Tentang hasrat untuk memiliki yang tak mungkin terwujud
Tentang kebohongan yang memaksa untuk berhenti
Kulupakan sejenak tentang rasa peduliku
Kuhilangkan sebentar belas kasihanku
Memang sulit menumbuhkan ego yang tinggi didepanmu
Saat itu, dia datang
Sahabatku.
Dia bilang, “apa kamu sanggup menjauhi dia?”
Kubilang, “mungkin”
“memalukan.” Katanya.
Aku memang bodoh membutuhkan orang yang sama sekali tak
membutuhkanku
Lalu kuputuskan untuk menjauhinya. Sehari saja.
Awalnya memang mudah, sampai akhirnya kau mencari sesuatu
yang kupunya
Tak bisa kupungkiri aku memperdulikanmu
Baiklah. aku gagal
Memang bukan kau yang membutuhkanku
Akulah yang terlewat batas mengharapkanmu
Sampai akhirnya aku mengaku, aku ingin mencoba membencimu
Kau bilang, “coba saja selama satu minggu ini.”
Aku sanggup, dan kita berdua sepakat
Hari kedua, hari ini
Aku masih bersikeras untuk menghindarimu
Bahkan saat kau menggodaku dan duduk disampingku
Aku tetap menguatkan tekadku untuk tertap menjauh
Sampai akhirnya kau berkata “berbuatlah seperti itu
selamanya.”
Entah kenapa aku menjadi sulit bernafas
Jantugku terasa berhenti berdetak
Dan telingaku sekejap menjadi tuli
Aku sibuk menerka. Aku bertanya-tanya
Apa kau sungguh-sungguh?
Apa kau benar-benar ingin aku menjauhimu?
Apa kau benar-benar ingin aku menjauhimu
Apa kau ingin aku benar-benar pergi dari kehidupanmu?
Sehina itukah sampai kau ingin aku menghilang?
Aku tak mengerti lagi tentang semua ini
Tak taukah kau seberapa besar usahaku untuk melupakanmu?
Usaha yang lebih besar dari pada perasaan tertarikku
Tetapi yang terjadi, hasilnya tak sebanding dengan apa yang
telah aku korbankan
Tapi paling tidak, tunggulah sampai akhir minggu ini
Apakah aku sanggup untuk benar-benar hidup tanpamu…
Ataukah lambat laun memikirkanmu yang semakin jauh hanya
akan menyakitiku
Tapi sungguh, aku tak pernah merasakan sakit saat
mencintaimu
Sekarang…
Kurasa semua memang benar-benar telah hilang
Perasaaanku, pengorbananku, dan penantianku
kepadamu, tunggulah akhir minggu nanti
apakah kau akan terkejut??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar