Perpisahan kita hanya masalah waktu, Tak perlu meminta
bahkan menunggu
Semua akan terjadi bila sudah perlu
Seperti kemarin, kini tepat sudah satu tahun sejak kita
bertemu
Kita telah disuratkan untuk bertemu, mengenal, dan berpisah
Kupikir perpisahan kita akan berjalan menyenangkan
Seperti waktu dimana dulu kita dipertemukan
1 minggu sejak perpisahan kita, aku masih menyimpanmu
dihatiku
Lalu kemarin kita bertemu lagi.
Seperti kawan lama, aku masih mengenalmu
Melihat wajahmu, matamu semua masih sama
Ingin kupastikan sekai lagi apakah kau masih benar-benar
sama
Kuajak kau berbicara. Seperti biasa kau masih bisa
mengerjaiku
Sepintas kuyakin kau masih tetap sama
Saat kita duduk bersama dalam peraduan penantian, ia datang
Kau berjalan meninggalkanku dan mendatanginya
Didepan mataku, kalian saling tegur sapa. Mesra
Kupikir, oh! Ternyata. Hubungan kalian sudah sejauh itu
Sekarang kurasa, cukup sampai disini. Cukup kau buat aku
seperti ini
Hatiku tak terlalu sakit. tapi mataku perih
Aku terus menangis, menyerukan namamu. Lantang
Kenapa kau? Yang telah kuperjuangkan selama ini
Yang telah mengetahui perasaanku dan memaksaku untuk mengaku
Tega melemparkan aku jauh kedalam kepedihan
Lama aku berfikir, kini aku baru mengerti
Selama ini kau tak pernah memberiku kebahagiaan. Tak pernah
memberiku kesenangan
Yang kau berikan hanyalah harapan. Yang bahkan tak bisa kau
realisasikan
Tanpa sebab aku berduka
Tanpa alasan aku merana
Keinginanku hanya sederhana. Aku tak butuh uang dan materi
Aku hanya membutuhkan mu. Dan sekarang kau ikut hilang
Harus kepada siapa aku berpulang didunia
Kini takkan ada kenangan lagi tentangmu
Takkan ada lagi harapan. Takkan ada lagi penantian
Tak akan ada lagi muchuu *panggilan ku untukmu*
Kau yang dulu adalah orang asing dikehidupanku. Kini akan
kembali menjadi orang asing
Kau yang sempat kuanggap sebagai orang yang berarti, kini
kau hanya akan menjadi orang lain
Terima kasih atas semua yang telah kau berikan untukku
Semua peristiwa fana yang indah kulalui bersamamu akan
menjadi bagian tersendiri dihatiku
Entah itu hal yang perlu dikenang atau dilupakan
Yang pasti sekarang aku ingin benar-benar mencoba melepasmu.
Melupakan mu.
Kubalas sapaan “hai” mu dengan “bye”
Dari penggemarmu yang telah cukup lelah menunggumu sela satu
tahun
Yang melalu memperhatikanmu
Kau tau siapa aku. Kau tau bagaimana perasaanku
Tapi kau tak tahu cara untuk menyikapiku
Terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar