Minggu, 10 Agustus 2014

Aku dan Ujian

Ketika aku mulai bosan berada diruangan besar ini
Duduk menghadap lurus kedepan meja sudut ruangan
Kertas berisi pertanyaan berjumlah lima puluh itu mulai kusam
Penuh dengan coretan tak berguna yang kugoreskan
Tinta biru hitam memenuhi lembar demi lembar kertas soal itu

Mataku tak bisa bebas berlari pergi melihat panorama lain
Karena terkunci oleh sorot mata tajam yang menatapku seram
Ketukan pulpen yang kumainkan karena bosan menyita perhatianmu
Yang sama sekali tak kuminta untuk memperhatikanku
Aku hanya bisa tertunduk berpura-pura tak tahu
Langkah kaki yang terdengar mendekatiku,
membuat jantungku berdegup seribu kali lebih cepat
tak kusangka kau ternyata berlalu melewatiku
seperti kebiasaanmu yang selalu memeriksa pekerjaan orang lain
kebosanan kembali mengahantuiku
terdengar suara tawa gemuruh dari luar ruangan
rupanya kelas sebelah sudah pergi meninggalkan kelas
semangatku muncul karena kertas jawabanku sudah penuh silangan
kuberniat untuk keluar ingin menemui kawan yang terpisah ruang
tangan besar itu menepuk pundakku saat aku beranjak berdiri
“30 menit lagi” kalimat itu terbisik ditelingaku
“apa!” aku harus menunggu sampai dentingan bell dari ruang tata usaha berdenting sebelum aku bisa meninggalkan ruangan menyebalkan itu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar