Ketika aku mulai bosan berada diruangan besar ini
Duduk menghadap lurus kedepan meja sudut ruangan
Kertas berisi pertanyaan berjumlah lima puluh itu mulai
kusam
Penuh dengan coretan tak berguna yang kugoreskan
Tinta biru hitam memenuhi lembar demi lembar kertas soal itu
Mataku tak bisa bebas berlari pergi melihat panorama lain
Karena terkunci oleh sorot mata tajam yang menatapku seram
Ketukan pulpen yang kumainkan karena bosan menyita
perhatianmu
Yang sama sekali tak kuminta untuk memperhatikanku
Aku hanya bisa tertunduk berpura-pura tak tahu
Langkah kaki yang terdengar mendekatiku,
membuat jantungku berdegup seribu kali lebih cepat
tak kusangka kau ternyata berlalu melewatiku
seperti kebiasaanmu yang selalu memeriksa pekerjaan orang
lain
kebosanan kembali mengahantuiku
terdengar suara tawa gemuruh dari luar ruangan
rupanya kelas sebelah sudah pergi meninggalkan kelas
semangatku muncul karena kertas jawabanku sudah penuh
silangan
kuberniat untuk keluar ingin menemui kawan yang terpisah
ruang
tangan besar itu menepuk pundakku saat aku beranjak berdiri
“30 menit lagi” kalimat itu terbisik ditelingaku
“apa!” aku harus menunggu sampai dentingan bell dari ruang
tata usaha berdenting sebelum aku bisa meninggalkan ruangan menyebalkan itu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar