Selasa, 28 Oktober 2014

Masih Tak Bisa Meyakinimu

Goresan pensil warnaku semalam semakin tak berarah
Disatu sisi aku terlalu focus untuk mewarna bulatan-bulatan geometri itu
Garis yang membatasi tiap sisinya semakin tak Nampak
Semakin tebal ditengah sampai kertasnya nyaris sobek karena ketajaman pensil warna ini
Anganku tak bisa berjalan beriringan dengan tanganku
Pikiranku entah kenapa terlalihkan padamu
Yang sebelumnya enggan untuk ku perhatikan

Tapi apa daya, perlakuanmu yang manis itu selalu membayangiku
Mengganggu konsentrasiku, menyita beberapa ruang di otakku untuk menempatkanmu
Cinta, manis, cantik, hal-hal seperti itu sudah terlampau sering kau ucapkan untukku berulangkali
Lirikan matamu yang beberaa kali kupergoki, salah tingkahmu yang kerap tak dalapat kau kendalikan, dan beberapa hal kecil yang sering kita lakukan bersama, membuatmu mrndapatkan tempat yang istimewa dihatiku
Namun, kebiasaanmu yang berucao tanpa berfikir itu membuatku ragu
Membuatkau tak bisa yakin apakan kau mempunyai rasa istimewa itu terhadapku
karena kita memang tak selalu bersama, kita tak pernah bertukar pesan
tapi saat kita bertemu, kau selalu mengucap rindu
dibandingkan nama terakhir yang ada dihatiku dulu, kau memnag tak lebih baik, kau tak lebih indah, dank au tak lebih sempurna
tapi kau sama cepatnya dengannya dalam memikat hatiku
apakah itu cukup? Tidak!
Itu alasanku bimbang apakah aku harus berpaling atau tidak
Apakan aku harus bertahan dengan dia, yang  cintanya begitu mustahil untuk kudapatkan
Atau aku harus membuka hati untukmu? Orang baru yang awwalnya sama sekali tak kuharapkan untuk ada
Namun kau datang tiba-tiba membawa kasih itu
Apa semua ini nyata? Atau aku hanya kau anggap boneka yang menyenangkan untuk kau mainkan
Rasa ingin tahumu yang berlebihan dulu itu yang memaksa otakku untuk terus mengingat setiap detail tentangmu

Dan rasa ingin tahuku yang tak berarti apa-apa nilah yang membuatku bimbang untuk memilih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar