Mentari menyapamu berseru pagi ini
Diselingi kicauan burung bahagia menari
Kau beranjak menapaki indah duniamu sendiri
Yang entah kemana langkah kakimu kan menuju nanti
Menatap elok masa depan yang berawal hari ini
Dihari jadimu yang ke enam belas kali
Kau jalani hidupmu mencari jati diri
Kau dekap peluk ibu dan ayahmu tuk kesekian kali
Mengucap rasa syukur dan terima kasih
Melihat sosok wanita anggun itu, kau berlari
Memeluknya hangat penuh sayang dan kasih
Wanita yang rela berbagi kasih sejak kau lahir
Tepat dua windu kini usiamu tegap berdiri
Lalu kau mulai singgah keduniamu yang lain
Bertemu kawan seperjuanganmu sampai mati
Yang menyambutmu penuh suka hati
Rasa suka, duka, pesan, dan kesan terperinci
Dalam setiap kata yang terbisik dari hati
Dalam keramaian itu banyak orang menanti
Akan keputusanmu memilih idaman hati
Apakah “aku, dia, atau mereka” itu yang terpikir
Bagiku semua itu tak begitu teramat penting
Lupakan hal itu, teruskanlah meraih mimpi
Menggapai cita yang kau gandrungi
Wujudkan doa orang tua yang kau kasihi
Dan jadikanlah hidupmu kian lebih berarti
Aku disini selalu bersimpuh meratapi
Hanya bisa menatapmu dari jauh sendiri
Hanya bisa diam diam memanjatkan doa dalam tasbih
Menyelipkan namamu dalam doaku tuk illahi
Mengucap syukur kau kian membaik
Berharap kau bahagia kini dan nanti
Walau aku hanya bisa melihatmu jauh disini
Sekali lagi, SELAMAT MENGULANG HARI JADI
Mimpimu kan selalu jadi doaku sampai mati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar