Kamis, 13 Oktober 2016

Tak Dapat Pudar

pernah terbayang
Untukku berpaling
Bertemu cinta baru
Membangun Kisah
Merangkai kasih
Tak sampai sedetik

Mengapa Cinta

Cinta
Mengapa sulit untuk kuterima
Mereka yang datang
Mengapa berat untuk kulupakan
Ia yang tak kan kembali
Tak kuasa kubuka pintu hati
Bila hanya tuk disinggahi

Selasa, 27 September 2016

Kala Terulang

Detik ini
Aku mengulang
Masa dua tahun silam
Masing dalam rinai hujan
Berarak meneduhkan
Rasa yang sama

Senin, 26 September 2016

Takut Mencinta

aku diam
Karena aku takut kamu hilang
Aku tak ingin kamu jauh
Tak sanggup bila kamu pergi
Aku memilih bungkam
Bercinta dengan rahasia
Sendu sendiri

Sabtu, 20 Agustus 2016

Rindu Lama

Kamu hilang
Yang kudoakan untuk tetap tinggal
Kamu pergi
Yang kuharapkan akan kembali
Kamu yang datang
Yang kuminta menjauh
Kamu yang hadir
Yang tak ingin kutahu
Kamu yang jauh dan kamu yang dekat
Serupa namun tak sama
Bertukar tempat
Namun aku terkunci
Begitu rapat
Tak ingin kubuka
Karna aku takut perpisahan
Dengan kamu yang ingin pergi
Karna aku tak siap menerima
Kamu yang ingin datang
Aku, suka sendiri

Sabtu, 06 Agustus 2016

Seperti Aku

Bodohnya kamu
Tak dapat membaca
Hatiku yang berbeda
Tatapanku yang tak sama
Yang indah terganti
Taukah?

Rabu, 03 Agustus 2016

Kamu dan Topengku

Aku menikmati detikku menjadi dia
Bertemu denganmu tak sebagai diriku
Mendapatkan cintamu yang kutahu palsu
Mencintaimu yang tak melihatku
Aku tak melepas topeng
Karena aku tak mau melepasmu

Keputusanku

aku menyisakan ruang untukmu
Artinya aku siap patah hati
Aku berani untuk terima kamu kembali
Dengan kenanganmu yang jadi masa depanku
Dustamu yang kupercayai

Jawaban Tuhan

Aku berbicara dengan tuhan
Kemarin
Saat cinta begitu kental
Dan kamu sebatas ambang
Aku ingin kepastian
Apakah akan ada kita,
Atau cinta ini akan hilang

Selasa, 19 Juli 2016

Aku dan Kamu Kembali

Aku berhenti
Hanya bertahan beberapa hari
Kamudian hari ini
Aku kembali
Mencintaimu yang pergi

Senin, 18 Juli 2016

Membuka Masa Lalu

Aku tak ingin mengingat masa itu
Yang pahit
Atau sebenarnya pernah terasa manis
Aku enggan membuka luka itu
Sayatan tipis
Begitu pedih

Sabtu, 16 Juli 2016

Waktu Yang Salah

I need you when you're not around
Aroma tanah setelah hujan, putik masih malu untuk mekar, begitupun dahan enggan tegak. Bulan merona tak sempurna menorehkan warna samar ditepinya. Malam yang sunyi bersama angin yang semerbak.

Rabu, 13 Juli 2016

Aku dan Petang

Kamu hilang
Alasan yang sama
Begitu klise
Bosan menunggu
Juga lelah mencari

Mawar Berduri (kamu 2)

Kamu punya mata
Sedangkan aku hanya sebuah telinga
Kamu selalu dapat mengerti
Dan menjawab tanda tanya
Bolehku hanya menunggu

Sebuah Jarak

Yang harus kumengerti
Gemercik masa lalu
Harapan dimasa depan
Aku bukan mimpimu
Hitam putih yang pudar

Selasa, 12 Juli 2016

Kamu.

Mungkin kamu perlu waktu untuk tahu
Seperti kamu perlu hujan untuk dapat mengerti mendung
Cukup tahu kamu perlu dingin untuk mendapatkan kehangatan
Kamu juga harus mencoba naik hanya untuk turun

Yang Terlewatkan

Aku terlambat menyadari
Semua lekukan itu
Warna yang seperti merona
Aku gagal dalam pengartian
Hingga aku melewatkan garis itu
Yang membatasi dua dunia
Yang nyata dan yang fana

Minggu, 10 Juli 2016

Malam Berbintang

Ingat janji yang kau ucapkan dimalam berbintang kala itu?
Kita sedang duduk ditempat ini, dahulu
Malam yang sama hampir terulang
Aku seperti kembali dalam masa itu
Menatapmu lekat seperti ini
Ingin kumerengkuhmu dalam pelukanku, tersenyum

Dua Tahun yang Hilang

Kita pernah bersama dalam waktu itu
Saling menatap dan bertukar janji
Kau yakinkan aku untuk terus berjalan
Meski tahu akan ada yang namanya perpisahan
Kau bilang, kita akan terus bertukar pesan
Nyatanya hanya sebuah tulisan tak berbalas

Sebuah Nama dalam Do'a

Lama mungkin tuhan mananti
Sebuah nama yang kuselipkan dalam malamku
Nama baru yang mengubur cinta lama
Yang ingin tuhan pastikan….
Apakah kali ini aku sudah benar?
Dalam resahku aku juga bertanya
Apakah pantas kusebut namanya dalam doa?

Ingin Lupa

Mulai tak dapat ku hitung berapa lama kita tak jumpa
Sudah terlalu lama
tanpa sapa,  rupa, dan suara
Lalu, aku mengira sepertinya aku sudah lupa
Akan cerita lama dan harap yang ku damba
Melihatmu kembali, kurasa tak ada yang berbeda
Dengan lupa ku yang ku  simpan

Jumat, 08 Juli 2016

Merindukanmu yang Pergi

Selamat malam, kamu.
Aku menyapamu lagi dalam kerinduanku. Ditempat yang sama, dan perasaan yang tidak berubah. Tepat ditengah malam pula juga hening malam yang menemaniku. Yang berbeda, kini aku merindu sendiri. Tak pernah lagi mendapat balasan seperti dulu, darimu. Sekarang aku berbicara sendiri, bersama tulisanku yang juga ingin pergi.

Selasa, 28 Juni 2016

Sebuah Cinta Yang Baru

Aku tak ingat lagi kapan terakhir aku menyebut cinta itu indah
Yang kutau sekarang kusebut hal itu fana
Entah karena aku benci atau karena aku mulai mengerti
Aku juga lupa dengan rindu
Dengan harapan
Semua hal kecil tentang cinta

Satu Menit Saja

Untukmu yang jauh
yang terlalu benderang
Begitu tinggi untuk kuraih
Yang tak dapat kurengkuh
Antara senja dan malam aku menjumpai sebuah jarak
Yang kurasa begitu dekat

Senin, 27 Juni 2016

Tulisan Yang Hilang

Aku mulai menyapa penat dalam menulis
Semua berubah hambar kemudian masam
Yang tertulis, lalu beranjak terhapus
Lembaran kertas kembali kosong
Seolah tulisan berlari menjauhinya
Jemariku tak lagi bersahabat dengan pena
Hingga ia usang kesepian

Minggu, 19 Juni 2016

Kamu Takkan Mengerti (kamu bukan aku)

Aku kerap bertanya mengapa kamu terus saja menyakiti
Aku tak dapat memahami mengapa bicaramu bagaikan duri
Teramat pedih bila terdengar oleh hati
lalu, sampai disini kurasa aku mulai mengerti
Mengapa sebab kau tak pernah bisa peduli

Kamis, 17 Maret 2016

Kau dan Teman Baikku

Semua berawal dari pengakuan bodoh itu
Membuatku merasa malu dan membuatmu merasa bersalah
Kita baik-baik saja untuk beberapa saat karena kau masih sedikit banyak membutuhkanku, sebagai teman kelasku
Hingga perpisahan itu datang
Perlahan kau mulai pergi dan kemudian hilang
Aku mulai berfikir untuk melupakanmu
Aku mulai mecari kehidupan baru dan aku bertemu dengannya

Teman dan Kekecewaan

Aku memang tak pernah marah
Tapi bukan berarti aku tak bisa kecewa
Kau temanku, orang yang kupercaya
Kau tahu mana yang boleh dan yang tidak
Tapi hal itu
Kenapa kau tega melakukannya
Kau tahu aku sedang belajar
Tapi mengapa kau sebarkan kabar itu

Jumat, 01 Januari 2016

Hallo, Mr. D !

Hey Mr. D
Apa kabar?
Aku barusaja membuka gallery lama tentang percakapan kita yang sempat aku screen shoot. Singkat memang, tapi menurutku tetap saja merupakan sebuah kenangan. Tiba-tiba aku teringat pertemuan kita yang juga singkat itu. hanya tiga hari dua malam ya? wah. Otakku memang pandai mengingatnya. Bagaimana denganmu? Apakah kau mengingatnya juga? Ah, pastinya tidak. karena waktu itu hanya angin lalu diantara musim semimu.