Minggu, 10 Agustus 2014

Aku Bersikeras Diam

Hari ini, tanpa sadar kita berbicara
Tentang cerita cintaku yang penuh problema dan realita
Mulutku berucap menceritakan kronologi kisah asmaraku
Tak mampu berhenti sampai aku berada disuatu titik akhir
Sampai akhirnya aku harus diam, aku tersadar
Aku telah membongkar rahasia yang berusaha kusembunyikan selama ini
Aku menceritakan semuanya. Padanya, mereka, bahkan kau

Semoga ceritaku hanya kalian anggap sebagai angin lalu
Tapi harapanku terlalu mustahil.
Diakhir aku bercerita, kalian memandangku penuh tanya
“Siapa dia? Yang kauceritakan sedari tadi”
Aku tak berani membuka mulut untuk mejawab
Aku melirik laki-laki yang duduk didepanku. “dia orangnya” batinku
Aku tak berani mengaku karna orangnya tepat berada didepanku
Matanya menatapku lekat sampai aku takut bernafas
Aku takut dia mengetahui perasaanku dan menjauh
Aku tidak mau.
Dia bersikeras mendesakku untuk mengaku. “kenapa?”
Ia seolah memaksaku untuk mengatakan bahwa aku mencintainya
Ia ingin aku mencintainya tapi ia sendiri tak mau mencintaiku
Sebenarnya ada apa denganmu?
Kenapa kau memaksaku untuk mengakui sesuatu yang tak ingin kuakui meski itu benar
Kau tak mengerti perasaanku yang telah lama menunggumu
Telah lama menyimpan namamu didalam hatiku
Sekarang, seenaknya kau ingin membukanya
Aku sakit setiap membayangkan kehidupanku
Yang selalu melihatmu berada didekatku tapi itu seolah palsu
Kau selalu menggodaku, menjagaku, mengasihiku
Tapi yang paling menyakitkan kau tidak bisa mencintaiku
Kau tahu banyak tentangku, bahkan perasaanku
Tapi kau tetap tak ingin membalasnya
Itu yang membuatku tak ingin mengungkapkan perasaanku secara nyata padamu
Karena aku takut mengetahui semua itu
Aku terlalu takut mencintaimu
Diakhir perjumpaan kita hari ini kau berkata padaku.
“kau masih berhutang padaku.”
Apa maksud dari perkataanmu itu?
Apakah kau menungguku mengungkapkan perasaanku padamu.
Tapi kenapa? Kenapa kau ingin aku mengaku
Toh, kau juga tak akan membalasnya bukan…
Apa kau ingin mempermalukanku?
Apapun alasanmu itu, aku mencoba untuk tidak peduli
Aku tak akan memikirkan kelanjutan kisahku
Kan kubiarkan semua mengalir seperti air
Jika kita memang berjodoh, tuhan akan menyatukan kita
Jika tidak, perasaanku padamu akan hilang dengan sendirinya

Saat waktu itu datang, mungkin aku akan mengungkapkannya padamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar