Minggu, 10 Agustus 2014

Aku dan Ujian

Ketika aku mulai bosan berada diruangan besar ini
Duduk menghadap lurus kedepan meja sudut ruangan
Kertas berisi pertanyaan berjumlah lima puluh itu mulai kusam
Penuh dengan coretan tak berguna yang kugoreskan
Tinta biru hitam memenuhi lembar demi lembar kertas soal itu

Aku tetap Bersembunyi

Zaman telah berganti, tapi tak dengan cerita tentangmu
Aku masih disini dalam hari jadimu yang kesekian kali
Gelap yang selalu membayangiku, tak sepadan dibanding kilaumu
Aku tetap bertahan walau kilaumu tak berujung padaku
Remang cahaya yang kudapat pun tetap ku artikan indah
Ini semua kuanggap realita tentang ceritaku bersamamu

Aku Bersikeras Diam

Hari ini, tanpa sadar kita berbicara
Tentang cerita cintaku yang penuh problema dan realita
Mulutku berucap menceritakan kronologi kisah asmaraku
Tak mampu berhenti sampai aku berada disuatu titik akhir
Sampai akhirnya aku harus diam, aku tersadar
Aku telah membongkar rahasia yang berusaha kusembunyikan selama ini
Aku menceritakan semuanya. Padanya, mereka, bahkan kau

Dipojok Ruang Ujian

Selamat pagi, tuan! Kita kembali bertemu
Seperti biasa aku menyapamu dalam diamku
Melihatmu berjalan masuk kedalam ruangan yang sama denganku,
Lagi-lagi membuatku tersenyum tanpa ragu
Aku selalu memperhatikanmu

Selamat Tinggal Matahari

Sekarang, kau sudah tahu, kau telah mengerti
Akan pertanyaan yang sering kau tanyakan padaku
Tentang apa dan siapa dia. Yang selalu kuceritakan padamu
Dia adalah kau
Kau yang selama ini ada didalam hatiku
Kau yang selama ini menggoreskan cerita dalam buku harianku