“hai apa kabar?” terdengar riuh pertanyaan itu menggebu
hatiku
Saat kembali manatapmu setelah sekian tahun berlalu
Kita berpisah tanpa ada kata selamat tinggal menyeru
Kita hanya saling tatap bahu tak menau
Siapa aku? Apakah aku? Kau mungkin tak tahu
Kita hanya sesekali berbicara, tatap muka, itu dulu
Perjumpaan singkat sampai akhirnya keadaan memisahkan kau
dan aku
Memisahkan kita yang bahkan belum pernah bersatu
Kali ini aku melihatmu kembali disore itu
Didepan sekolah lama yang dulu selalu menjadi tempat tuk
kautuju
Kau berdiri tegap menatap gemercik air hujan didepanmu
Aku berlari setengah hati berteduh menghampirimu
Kulihat kembali sosokmu yang tak berubah karena waktu
Sorot tajam matamu, senyum hangat, bahkan peluh yang menetes
dikeningmu
Mengingatkanku akan memori kenangan tentangmu dulu
“lama tak bertemu” ulasan kalimat singkat itu membuyarkanku
Kucoba bangun dari lamunanku tentangmu
Kukerjapkan mataku tuk memastikan alat indraku ini tak
keliru
Kau menyapaku, kau benar-benar menyapaku setelah lama tak
bertemu
Aku hanya bisa mengangguk tersipu menbalasmu
Kau masih seperti dulu, keramahan dan kelembutanmu masih
mampu mengejut jantungmu
Hatiku yang tlah lama kosong karena kepergianmu, kini terisi
penuh juga karenamu
Kita berbicara panjang sampai hujan kembali memisahkan kita
tuk kedua kalinya itu
Perpisahan kali ini tak terasa bagitu sakit karena ada kata
perpisahan yang utuh
Sempat kau bilang berharap nanti kita bisa kembali bertemu
Ini seperti mengulang waktu dihari keseribu
Penuh cerita, arti, sampai melodi yang mengalun merdu
Menemani perjalanan cintaku yang semula sendu
Berharap berubah tak ada pilu dengan kehadiranmu
Yang sekali lagi datang dan mengisi kekosongan hatiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar