Ketika keadaan memaksaku untuk menyerah
Mengharuskanku menerima kanyataan pahit yang terjadi
Cinta yang ku perjuangkan untuk waktu yang lama
Sekarang mulai menampakan akhir yang menyakitkan
Waktu terbuang percuma hanya untuk menunggumu
Yang kuharapkan bisa kujadikan milikku sepenuhnya
Ternyata hanya membuahkan penantian yang sia-sia
Aku yang selama ini diam memperhatikanmu berharap bisa
memilikimu
Tapi ternyata kau sama sekali tak melihatku meski kita dekat
Kedekatan kita ternyata hanya sebatas angin yang berlalu
Mungkin karena aku yang terlalu berharap
Sampai aku tak menyadari kedekatanmu dengannya
Dia yang kupikir hanya sekedar teman lamamu
Ternyata namanya telah mengisi hatimu yang kosong
Tapi entah kenapa aku sulit menerima ini semua
Orang yang selama ini selalu ada untukmu adalah aku
Aku yang merapikan lipatan pada sudut bukumu
Aku yang selalu jadi persinggahanmu saat kau sedang sedih
Aku yang selalu menjawab semua pertanyaanmu tentang hal yang
tak kau mengerti
Aku yang selalu membantu kesulitanmu saat kau membutuhkan
bantuan
Bahkan aku adalah orang pertama yang menyelamatimu saat kau
berulang tahun
Apa semua itu tak ada artinya bagimu?
Aku yang selalu bejuang untukmu, tapi kenapa dia yang menuai
cintamu?
Kenapa dia yang mendapatkan hatimu?
Apa aku tak ada artinya bagimu? Bahkan sedikit??
Saat kita mengalami salah paham, kau selalu meluruskan
Saat kita bertemu, kau selalu menyapaku lebih dulu
Saat aku gugup, bahkan kau menyemangatimu
Kau selalu mengirimu pesan setiap malam
Lalu? Apa artinya itu semua?
Apa kau hanya menganggapku sebagai pelarian sesaatmu
Tempatmu kembali setelah kau dicampakkan oleh mereka
Sampai akhirnya kau menemukan dambaan lain kau
meninggalkanmu
Aku bukan rumah yang bisa kau datangi setiap waktu
Dan yang bisa kau tinggalkan saat kau bosan
Aku juga bukan buku harian yang hanya ingin mendengarkan
keluh kesahmu
Aku ini manusia yang juga ingin mendapatkan cintamu
Wanita yang rela menunggumu, memperhatikanmu diam-diam
Bahkan mengerjakan semua hal untukmu
Mencoba lebih baik hanya untukmu
Ternyata perjuanganku selama ini sama sekali tak kau anggap
Sama sekali tak kau sadari. Bahkan tak kau lihat dengan matamu
Kali ini, apa aku harus menunggu lagi?
Menunggumu diam sedangkan kau bersenang-senang
Sebenarnya aku lelah dengan semua ini
Aku mengorbankan sebagian hidupku untukmu
Tapi kau sama sekali tak membalasnya
Haruskah aku menyerah padamu sekarang?
Membuang perasaanku dan melupakan kenangan bersamamu?
Kenangan yang hanya fatamorgana
Tampak nyata dimataku, tapi ternyata tidak olehmu
Haruskah aku melupakan detail tentangmu yang telah melekat dalam
pikiranku
Melupakanmu yang pernah sebentar singgah mengisi hidupku
Terimakasih. Meski kau tak pernaha memberikan hatimu
Meski pada akhirnya aku tetap tak bisa memilikimu
Terimakasih. Atas rasa sakit yang kau berikan padaku
Bekas luka karenamu ini mungkin akan lama sembuh
Sampai aku menemukan orang lain yang benar-benar memberiku
status dan kepastian
Tak sepertimu yang hanya memberikan harapan palsu
Dan hanya menjadikanku tempat pelarianmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar