Rabu, 23 Juli 2014

Sadar Akan Dusta

Diantara
Angin yang bertiup semesra dirimu
Gelapnya malam yag mengantarku dalam peraduanmu
Dan bayang-bayang cahaya dari angkasa
………..
Kau masih memelukku, erat
Mendekapku semakin dalam seakan kau tak ingin melepasku pergi


Mungkin engkau lupa bahwa ini perjalanan terakhir kita bersama
Tak ingatkan bahwa ini yang kau pinta
Kau yang memintaku mengakhiri bahtera cinta ini

Masih terngiang lantunan lembut syairmu
Yang mengikis hatiku perlahan
Menggoreskan pedih dan luka
Sampai kau memelukku dalam tangisku
Kau bilang, Dalam satu hati tak bisa memendam dua cinta
Kenyataannya kau menjadikanku yang kedua

kini, diantara barisan sungai memanjang
kuakhiri semua tentang kita
cinta bukan tentang dimiliki atau memiliki
bukan tentang keberhasilan sembunyi dalam dusta
cinta adalah wujud pengakuan dan pengorbanan

            dalam sepenggal perpisahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar