Waktu tak menghalangi kita untuk bertemu
Jarak tak membatasi kedekatan kita
Keyakinan yang berbeda dapat tertoleransi
Itulah yang disebut persahabatan
Kita mengenal diantara malam gelap
Bersama duduk dalam bangku sudut ruangan
Berawal dari sedikit orang
Semakin lama kian bertambah
Sampai akhirnya kita berkumpul bersama
Deru angin malam kaliurang menemani perjalanan kita
Menyusuri tanjakan dan turunan tajam berkabut tebal
Ditemani celana diatas lutut dan baju hangat
Membuat malam semakin terasa pilu
Kebahagiaan akan pertambahan usia
Direalisasikan dengan semangkuk bakso dan secangkir minuman
hangat
Menciptakan kehangatan diantara kita
Bersama canda tawa gurau bahagia
Bahkan dengan cinta yang kini mulai tumbuh
Terpupuk perlahan dan tumbuh dengan pasti
Hingga tercipta rasa sayang yang besar
Dengan tekad bulat dan pasti
Kita mencoba suatu hal yang baru
Mencoba melawan kuasa alam
Ya! kita berhasil melakukannya
Badan yang menggigil dan bibir yang mulai memutih
Tak berarti jika dibandingkan dengan kabahagiaan kita
Namun, kita terlalu naif
Kita terlena dengan kesenangan
Sampai kita lupa akan adanya perpisahan
Kata perpisahan begitu terasa menyakitkan
Menggores kebahagiaan dalam dada
Kita tak mau meninggalkan luka
Yang hanya akan mencoreng persahabatan kita
Jadi, kita mengganti kata singkat itu
Kini, tak ka nada kata perpisahan
Yang ada kini adala kata sampai jumpa lagi
“DON’T SAY GOOD BYE, BUT SAY SEE YOU AGAIN!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar