Jumat, 16 Januari 2015

Terbangun dari Mimpi

Melihatmu kini seperti mimpi
Semakin jelas aku kini bisa merasakan luka
Sesaat aku tersadar aku tak pantas lagi ada
Aku tak lagi memiliki keberanian untuk terus berdiri
Melirikmu sesekali saja bahkan aku tak mampu
Luka, semakin terasa sesak saat aku mengingatmu
Mengingat kita sebelum aku menyadari betapa kini
                Aku terlalu kecil dan tak berarti

Senin, 12 Januari 2015

Apakah Kau Si Pencari itu?

seperti biasa. Yang selalu kulakukan setiap malam adalah memeriksa peliharaanku, BLOG
seorang aku, tentu tak akan puas memiliki sebuah blog saja, jadi aku membuat 7 blog. Sejak beberapa tahun lalu
hanya 3 blog yang rajin kuperiksa dan ku update saat aku mempunyai topic baru
ketika aku memeriksa blog pertamaku, yang angka penayangannyanya mencapai 70.000 itu, aku cukup tercengang
tanganku sebentar terasa kaku dan terpaku diatas keyboard
tawaku nyaris lepas jika aku tak menyadari kejanggalan itu
ketika aku membaca kolom statistic pada bagian sumber lalu lintas, aku menemukan sesuatu
seseorang membuka blgku dengan kata kunci “teks drama ciptaan eny khoirunnisa

Selasa, 06 Januari 2015

Bukan Pesimis, tapi Realistis

“bukannya pesimis. Ini realistis. Kenapa orang merasa sakit saat terjatuh? Karena sebelumnya orang tidak pernah berpikir bahwa dia akan jatuh. Dia pikir dia akan bisa terus jalan lurus. Jika kita sudah mempersiapkan diri untuk jatuh, saat terjatuh rasa sakit yang kita rasakan tidak akan seberapa. Ini yang dinamakan prepare for the worst in everything atau sedia payung sebelum hujan. Sekali lagi ini adalah cara berfikir yang logis.”
Mungkin paragraph diatas yang pantas kujadikan alasan kenapa selama ini aku tetap bertahan dalam hubungan bertepuk sebelah tangan ini

Tanya pada Potret Kita

Potret kita. Begitulah aku menyebut sebuah gambar berdominasi warna biru dongker itu
Foto yang diambil tanggal 18 desember 2014 dalam suatu acara besarmu
Dalam foto itu terdapat aku yang sedang berdiri disebelahmu
Saling tersenyum menghadap kamera, kita berdiri
Potret sederhana bersamamu itu yang akhirnya kujadikan sebuah resolusi pada malam tahun baru 2015
Gambar yang kubuat blur sehingga tak Nampak wajahku ataupun kau
Hanya terlihat dua sosok manusia yang sedang berdiri berdekatan, mesra