Senin, 28 Desember 2015

Inginku Mengulang Kembali

Aku ingin bisa kembali
Mengulang dimana semua terasa indah
Dengan pemikiranku yang sederhana
Ketika yang kuimpikan adalah merajut kemeja untuk anak-anakku
Memandang senja menanti kepulangan sang cinta

Setelah Selama Waktu itu

tuan yang selalu datang dalam mimpiku
yang namamu tak lelah kusebut dalam doaku
kini, aku menulis lagi sajak tentangmu
setelah selama itu –kemarin- aku berjuang melupakanmu
dan kau tahu apa yang terjadi pada rasa itu?

Aku dan Malaikatmu

Ya tuhan
Ditengah malam yang dingin, aku terjebak di kota metropilotan ini
Udaranya penuh sesak oleh asap besi beroda juga hembusan nafas orang lain
Aku menunggu bersama beberapa orang lainnya yang juga tersesat
Aku tidak sendiri tuhan.
Tentu saja bersama orang terdekatku bernama keluarga
Tapi mereka sendiri tuhan
Aku punya orang tua untuk kukasihi. Tapi mereka?

Minggu, 06 Desember 2015

Bisakah Kau Membuatku Tertawa Lepas?

Bisakah kau membuatku tertawa lepas?
Bahkan ketika kita bergandengan dan saling menatap
Saling bercanda dan bercumbu mesra
Aku tak yakin bahkan sedetikpun akan tertawa


Selasa, 18 Agustus 2015

Antara Kita

Setiap malam,
Selain merindukanmu, apa yang bisa kulakukan
Selain memimpikanmu, apa lagi yang aku sanggupkan
selain mengharapkanmu, kemudian apa yang kupertaruhkan
mencintaimu adalah kesempurnaan
dicintai olehmu adalah sebuah keajaiban

Rajutan Mimpi

1 detik 2 detik 3 detik
Dan seterusnya
Lama sudah hingga jemariku lelah menghitung
Sejak perpisahan itu, senyummu tak lagi menyapaku
Diammu tak lagi meraung sepi
Mungkin bagimu, aku telah benar-benar pergi
Tapi nyatanya semua berbeda
Bagiku…

Jumat, 20 Februari 2015

Harus kusebut apa?

bolehkah kusebut ini cinta?
Disaat aku sedang berdiri sendiri menatapmu dan tersenyum
Sesaat kemudian kuteteskan air mata bersamaan dengan hadirnya wanita yang berlari menghampirimu itu
Sekali lagi kutanya, bolehkah?
Sesak dalam dada ini yang semakin menyulitkanku untuk bernafas
Sampai jalanan aspal panas ini menguap karena bereaksi dengan H2O yang menetes deras dari mataku
Bolehkah?

Jumat, 16 Januari 2015

Terbangun dari Mimpi

Melihatmu kini seperti mimpi
Semakin jelas aku kini bisa merasakan luka
Sesaat aku tersadar aku tak pantas lagi ada
Aku tak lagi memiliki keberanian untuk terus berdiri
Melirikmu sesekali saja bahkan aku tak mampu
Luka, semakin terasa sesak saat aku mengingatmu
Mengingat kita sebelum aku menyadari betapa kini
                Aku terlalu kecil dan tak berarti

Senin, 12 Januari 2015

Apakah Kau Si Pencari itu?

seperti biasa. Yang selalu kulakukan setiap malam adalah memeriksa peliharaanku, BLOG
seorang aku, tentu tak akan puas memiliki sebuah blog saja, jadi aku membuat 7 blog. Sejak beberapa tahun lalu
hanya 3 blog yang rajin kuperiksa dan ku update saat aku mempunyai topic baru
ketika aku memeriksa blog pertamaku, yang angka penayangannyanya mencapai 70.000 itu, aku cukup tercengang
tanganku sebentar terasa kaku dan terpaku diatas keyboard
tawaku nyaris lepas jika aku tak menyadari kejanggalan itu
ketika aku membaca kolom statistic pada bagian sumber lalu lintas, aku menemukan sesuatu
seseorang membuka blgku dengan kata kunci “teks drama ciptaan eny khoirunnisa

Selasa, 06 Januari 2015

Bukan Pesimis, tapi Realistis

“bukannya pesimis. Ini realistis. Kenapa orang merasa sakit saat terjatuh? Karena sebelumnya orang tidak pernah berpikir bahwa dia akan jatuh. Dia pikir dia akan bisa terus jalan lurus. Jika kita sudah mempersiapkan diri untuk jatuh, saat terjatuh rasa sakit yang kita rasakan tidak akan seberapa. Ini yang dinamakan prepare for the worst in everything atau sedia payung sebelum hujan. Sekali lagi ini adalah cara berfikir yang logis.”
Mungkin paragraph diatas yang pantas kujadikan alasan kenapa selama ini aku tetap bertahan dalam hubungan bertepuk sebelah tangan ini

Tanya pada Potret Kita

Potret kita. Begitulah aku menyebut sebuah gambar berdominasi warna biru dongker itu
Foto yang diambil tanggal 18 desember 2014 dalam suatu acara besarmu
Dalam foto itu terdapat aku yang sedang berdiri disebelahmu
Saling tersenyum menghadap kamera, kita berdiri
Potret sederhana bersamamu itu yang akhirnya kujadikan sebuah resolusi pada malam tahun baru 2015
Gambar yang kubuat blur sehingga tak Nampak wajahku ataupun kau
Hanya terlihat dua sosok manusia yang sedang berdiri berdekatan, mesra