Aku memang tak pernah marah
Tapi bukan berarti aku tak bisa kecewa
Kau temanku, orang yang kupercaya
Kau tahu mana yang boleh dan yang tidak
Tapi hal itu
Kenapa kau tega melakukannya
Kau tahu aku sedang belajar
Tapi mengapa kau sebarkan kabar itu
Apa kau senang ketika semua orang menghujatku
Ketika semua orang mentertawaiku, kau bahagia?
Teman macam apa?
Aku tidak peduli dengan kata orang
Aku takut dengan tuhanku
Segala yang kusembunyikan rapat itu adalah rahasiaku dengan
tuhanku
Yang tak sengaja kau ketahui
Kenapa kau tega melakukannya
Apa membuatku menjadi lelucon itu membahagiakanmu?
Apa kau pernah melakukan hal yang sama itu kepadamu?
Apa aku punya dosa yang kulupakan?
Apa aku punya salah yang belum termaafkan?
Untuk kali ini, aku tidak ingin bercanda
Untuk kali ini aku tak mau mengalah
Untuk kali ini, aku ingin mencoba marah
Meski sebenarnya aku tak ingin, kau telah membuatku kecewa
Aku memang terbiasa dengan hujatan manusia yang mengaku
mereka sempurna diluar sana
Tapi kali ini, tuhanpun akan ikut menghujatku
Apa kau pernah berpikir tentang hal itu?
Pernahkah terpikir oleh otakmu yang brilian itu?
Aku memang bukan manusia sempurna
Tapi apa kekuranku itu pantas ditertawakan
Manusia yang setelah perbuatanmu masih kusebut dengan teman,
Kali ini aku kecewa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar