Semua berawal dari pengakuan bodoh itu
Membuatku merasa malu dan membuatmu merasa bersalah
Kita baik-baik saja untuk beberapa saat karena kau masih
sedikit banyak membutuhkanku, sebagai teman kelasku
Hingga perpisahan itu datang
Perlahan kau mulai pergi dan kemudian hilang
Aku mulai berfikir untuk melupakanmu
Aku mulai mecari kehidupan baru dan aku bertemu dengannya
Dia yang kini menjadi sahabatku
Wanita cantik yang bernasip sama denganku
Sedang berusaha melupakan seseorang dari masa lalu
Tak kusangka ternyata dia juga mengenalmu
Bahkan lebih mengenalmu dari pada aku
Kulihat semakin banyak hari aku menghitung
Aku sering mendapati kau mencari-cari teman baikku itu
Terkadang bercanda didepanku yang tersenyum pahit
Aku tahu teman baikku mengerti bagaimana kau melihat kalian
Tapi denganmu, kau masih saja menggodaku dengan hal hal
kecil itu
Mungkin kau memang ingin memiliki teman baikku?
Aku tidak percaya tapi aku takut juga
Dari pada takut kehilanganmu, aku lebih takut kehilangannya
Mungkin jika hal itu benar terjadi, aku dan dia masih bisa
saling menyapa
Tapi pasti ada sesuatu yang berbeda ketika mata kita saling
menatap
Dan tentu saja aku tidak menyalahkan kalian berdua
Aku juga tidak menyalahkan waktu dan keadaan
Mungkin ini memang salahku terjebak diantara kalian berdua
Meski aku bukanlah orang ketiga, tapi aku tak punya hak
Terkadang aku ingin marah, tapi pada siapa
Pernah aku merasa kecewa, tapi harus kulampiaskan pada siapa
Disini, aku lah yang tak ada harganya
Akulah yang menyedihkan mengharapkanmu dan bersahabat
dengannya
Sungguh, aku ingin kau bahagia
Tapi bukan dengan dia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar