Aku mulai menyapa penat dalam menulis
Semua berubah hambar kemudian masam
Yang tertulis, lalu beranjak terhapus
Lembaran kertas kembali kosong
Seolah tulisan berlari menjauhinya
Jemariku tak lagi bersahabat dengan pena
Hingga ia usang kesepian
Mataku pun enggan menatap cerita lama
Sabar menunggu kisah baru
Tanpa sekalipun ia berkedip
Hingga tak sadar bahwa ia telah lama buta
Lidah tak mampu lagi mencecap
Ketika bibir merindukan ciuman
Menjadikan tuli ketika ingin kembali mendengar lagu cinta
Mengapa?
Hanya karena sebuah alasan sederhana
Kamu telah lama hilang
Kamu yang memberi warna
Yang menghiasi segalanya
Pencipta tawa dan cerita dalam halaman bergaris
Yang sering kuceritakan dalam setiap puisi
Kini, kamu tak ada lagi
Tak ada untuk menggenggam jemariku yang lelah
Mengecup keningku yang terasa berat
Atau sekedar menatapku yang penuh kebimbangan
Kamu telah pergi....
Menbawa separuh aku bersamamu tanpa kembali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar