Kamis, 17 Maret 2016

Kau dan Teman Baikku

Semua berawal dari pengakuan bodoh itu
Membuatku merasa malu dan membuatmu merasa bersalah
Kita baik-baik saja untuk beberapa saat karena kau masih sedikit banyak membutuhkanku, sebagai teman kelasku
Hingga perpisahan itu datang
Perlahan kau mulai pergi dan kemudian hilang
Aku mulai berfikir untuk melupakanmu
Aku mulai mecari kehidupan baru dan aku bertemu dengannya

Teman dan Kekecewaan

Aku memang tak pernah marah
Tapi bukan berarti aku tak bisa kecewa
Kau temanku, orang yang kupercaya
Kau tahu mana yang boleh dan yang tidak
Tapi hal itu
Kenapa kau tega melakukannya
Kau tahu aku sedang belajar
Tapi mengapa kau sebarkan kabar itu

Jumat, 01 Januari 2016

Hallo, Mr. D !

Hey Mr. D
Apa kabar?
Aku barusaja membuka gallery lama tentang percakapan kita yang sempat aku screen shoot. Singkat memang, tapi menurutku tetap saja merupakan sebuah kenangan. Tiba-tiba aku teringat pertemuan kita yang juga singkat itu. hanya tiga hari dua malam ya? wah. Otakku memang pandai mengingatnya. Bagaimana denganmu? Apakah kau mengingatnya juga? Ah, pastinya tidak. karena waktu itu hanya angin lalu diantara musim semimu.

Senin, 28 Desember 2015

Inginku Mengulang Kembali

Aku ingin bisa kembali
Mengulang dimana semua terasa indah
Dengan pemikiranku yang sederhana
Ketika yang kuimpikan adalah merajut kemeja untuk anak-anakku
Memandang senja menanti kepulangan sang cinta

Setelah Selama Waktu itu

tuan yang selalu datang dalam mimpiku
yang namamu tak lelah kusebut dalam doaku
kini, aku menulis lagi sajak tentangmu
setelah selama itu –kemarin- aku berjuang melupakanmu
dan kau tahu apa yang terjadi pada rasa itu?

Aku dan Malaikatmu

Ya tuhan
Ditengah malam yang dingin, aku terjebak di kota metropilotan ini
Udaranya penuh sesak oleh asap besi beroda juga hembusan nafas orang lain
Aku menunggu bersama beberapa orang lainnya yang juga tersesat
Aku tidak sendiri tuhan.
Tentu saja bersama orang terdekatku bernama keluarga
Tapi mereka sendiri tuhan
Aku punya orang tua untuk kukasihi. Tapi mereka?

Minggu, 06 Desember 2015

Bisakah Kau Membuatku Tertawa Lepas?

Bisakah kau membuatku tertawa lepas?
Bahkan ketika kita bergandengan dan saling menatap
Saling bercanda dan bercumbu mesra
Aku tak yakin bahkan sedetikpun akan tertawa