Senin, 28 Desember 2015

Aku dan Malaikatmu

Ya tuhan
Ditengah malam yang dingin, aku terjebak di kota metropilotan ini
Udaranya penuh sesak oleh asap besi beroda juga hembusan nafas orang lain
Aku menunggu bersama beberapa orang lainnya yang juga tersesat
Aku tidak sendiri tuhan.
Tentu saja bersama orang terdekatku bernama keluarga
Tapi mereka sendiri tuhan
Aku punya orang tua untuk kukasihi. Tapi mereka?

Mereka bahkan tak tahu harus mengasihi siapa selain orang didepan mereka
Tuhan, aku memang tak punya harta, disinipun karena tangan berjasa
Tapi mereka?
Mereka tak punya harta juga tak punya tangan berjasa
Tuhan, lalu apa yang mereka punya?
Jaket lusuh, topi kumal, dan celana congklang?
Tuhan, wajah itu begitu tak berdosa
Begitu suci hingga aku ingin merengkuhnya
Tuhanm, tatapan lesu itu ingin kuberi senyuman tapi yang kuberikan justru sebuah tangisan
Tuhan, mereka tidaklah datang karena tiada guna, bukan?
Kau datangkan malaikat ini untuk mengajarkanku arti hidup
Mengajarkanku bagaimana rasanya bersyukur
Mengajarkanku bagaimana untuk percaya tentang adanya kau
Tuhan.
Kini aku berdesakan dengan puluhan orang
Kita saling memperebutkan hak, Saling menyalahkan.
Bukankah engkau sedang mengajari kami bahwa yang kita butuhkan adalah sebuah keikhlasan?
Yang seharusnya kita lalukan adalah saling berbagi dan merelakan
Tuhan, maafkan jika selama ini aku congkak
Aku selalu bertopang dagu didepan nasi dan berkahmu
Aku selalu malu akan kekuranganku
Padahal kekurangan itu adalah anugerah bagi mereka
Tuhan, andaikan aku tahu sejak dulu
Seandainya aku bertemu malaikatmu sejak dulu
Aku ignin bersimpuh padamu, memohon ampunanmu
Tuhan, bukakan pintu maafmu satu kali lagi
Tuhan, aku ingin menangis sekali lagi
Aku ingin menengadahkan tanganku lagi
Aku ingin bersyukur kembali
Tuhan, setiap detik waktu yang kau berikan aku ingin membayarnya dengan lunas,
Meski kutahu ku takkan pernah bisa
Aku tak bisa menjadi sempurna
Tuhan, ampuni aku Karen ego ini
Ampuni aku atas dusta dan kikirku
Tuhan.
Malaikatmu duduk didepanku
Aku ingin menangis lagi
Aku ingin memeluk mereka dengan kebahagiaan
Tapi yang kupunya adalah kesedihan dunia
Karena aku mersa aku bukanlah mereka
Tapi tuhan, mereka telah mengajarkanku arti sebuah nyawa
Aku tersihir oleh malaikat kecil yang kau kirimkan
Tuhan, bisakah lewat tulisan ini kusampaikan pada dunia?
Bahwa dunia begitu fana
Lihatlah mereka yang bernafaspun susah, mencari makan bahkan tak mampu
Sedangkan kita, yang tak pernah merasa cukup dengan segala kemewahan ini
Kita telah membangun pintu kejalan neraka sendiri
Atas satu detik kehidupan ini, dimana rasa syukur yang seharusnya kita haturkan?
Mengapa tak disempatkan memuji tuhan?
Mengapa tega menelantarkan mereka yang membutuhkan apa yang tak kita perlukan?
Kemana saja selama hidup didunia?
Tuhan.
Catatanku, akankah mereka membacanya dan menyadari engkau yang maha menguasai?
Tuhan.
Aku sebelum aku menutupnya, izinkan aku berdoa
Sungguh ini hanya sebiah hal kecil untukmu
Aku meminta karena aku belum bisa melakukannya sendiri
Tuhan.
Tolong jaga mereja untukku, ya tuhan
Ketika pagi nanti aku akan berpisah dengan malaikatmu
Yang sempat kau pinjamkan sebentar, aku ingin tersenyum berterimakasih
Dari 500 kata yang kutuliskan ini, aku ingin mengucap syukur padamu, tuhan
Bila nanti kakiku pincang, aku akan melihat malaikatmu yang kakinya hilang
Jika suatu saat nanti aku buta, aku akan menatap mereja yang tak pernah melihat dunia
Jika suatu ketika aku bisu, kuharap aku bisa belajar dari mereka yang tak pernah berkata

Atau mungkin bila aku tuli, aku akan memahami mereka yang tak pernah mengenal suara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar