Ya tuhan
Ditengah malam yang dingin, aku terjebak di kota
metropilotan ini
Udaranya penuh sesak oleh asap besi beroda juga hembusan
nafas orang lain
Aku menunggu bersama beberapa orang lainnya yang juga
tersesat
Aku tidak sendiri tuhan.
Tentu saja bersama orang terdekatku bernama keluarga
Tapi mereka sendiri tuhan
Aku punya orang tua untuk kukasihi. Tapi mereka?
Mereka bahkan tak tahu harus mengasihi siapa selain orang
didepan mereka
Tuhan, aku memang tak punya harta, disinipun karena tangan
berjasa
Tapi mereka?
Mereka tak punya harta juga tak punya tangan berjasa
Tuhan, lalu apa yang mereka punya?
Jaket lusuh, topi kumal, dan celana congklang?
Tuhan, wajah itu begitu tak berdosa
Begitu suci hingga aku ingin merengkuhnya
Tuhanm, tatapan lesu itu ingin kuberi senyuman tapi yang
kuberikan justru sebuah tangisan
Tuhan, mereka tidaklah datang karena tiada guna, bukan?
Kau datangkan malaikat ini untuk mengajarkanku arti hidup
Mengajarkanku bagaimana rasanya bersyukur
Mengajarkanku bagaimana untuk percaya tentang adanya kau
Tuhan.
Kini aku berdesakan dengan puluhan orang
Kita saling memperebutkan hak, Saling menyalahkan.
Bukankah engkau sedang mengajari kami bahwa yang kita
butuhkan adalah sebuah keikhlasan?
Yang seharusnya kita lalukan adalah saling berbagi dan
merelakan
Tuhan, maafkan jika selama ini aku congkak
Aku selalu bertopang dagu didepan nasi dan berkahmu
Aku selalu malu akan kekuranganku
Padahal kekurangan itu adalah anugerah bagi mereka
Tuhan, andaikan aku tahu sejak dulu
Seandainya aku bertemu malaikatmu sejak dulu
Aku ignin bersimpuh padamu, memohon ampunanmu
Tuhan, bukakan pintu maafmu satu kali lagi
Tuhan, aku ingin menangis sekali lagi
Aku ingin menengadahkan tanganku lagi
Aku ingin bersyukur kembali
Tuhan, setiap detik waktu yang kau berikan aku ingin
membayarnya dengan lunas,
Meski kutahu ku takkan pernah bisa
Aku tak bisa menjadi sempurna
Tuhan, ampuni aku Karen ego ini
Ampuni aku atas dusta dan kikirku
Tuhan.
Malaikatmu duduk didepanku
Aku ingin menangis lagi
Aku ingin memeluk mereka dengan kebahagiaan
Tapi yang kupunya adalah kesedihan dunia
Karena aku mersa aku bukanlah mereka
Tapi tuhan, mereka telah mengajarkanku arti sebuah nyawa
Aku tersihir oleh malaikat kecil yang kau kirimkan
Tuhan, bisakah lewat tulisan ini kusampaikan pada dunia?
Bahwa dunia begitu fana
Lihatlah mereka yang bernafaspun susah, mencari makan bahkan
tak mampu
Sedangkan kita, yang tak pernah merasa cukup dengan segala
kemewahan ini
Kita telah membangun pintu kejalan neraka sendiri
Atas satu detik kehidupan ini, dimana rasa syukur yang
seharusnya kita haturkan?
Mengapa tak disempatkan memuji tuhan?
Mengapa tega menelantarkan mereka yang membutuhkan apa yang
tak kita perlukan?
Kemana saja selama hidup didunia?
Tuhan.
Catatanku, akankah mereka membacanya dan menyadari engkau
yang maha menguasai?
Tuhan.
Aku sebelum aku menutupnya, izinkan aku berdoa
Sungguh ini hanya sebiah hal kecil untukmu
Aku meminta karena aku belum bisa melakukannya sendiri
Tuhan.
Tolong jaga mereja untukku, ya tuhan
Ketika pagi nanti aku akan berpisah dengan malaikatmu
Yang sempat kau pinjamkan sebentar, aku ingin tersenyum
berterimakasih
Dari 500 kata yang kutuliskan ini, aku ingin mengucap syukur
padamu, tuhan
Bila nanti kakiku pincang, aku akan melihat malaikatmu yang
kakinya hilang
Jika suatu saat nanti aku buta, aku akan menatap mereja yang
tak pernah melihat dunia
Jika suatu ketika aku bisu, kuharap aku bisa belajar dari
mereka yang tak pernah berkata
Atau mungkin bila aku tuli, aku akan memahami mereka yang
tak pernah mengenal suara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar