Senin, 12 Januari 2015

Apakah Kau Si Pencari itu?

seperti biasa. Yang selalu kulakukan setiap malam adalah memeriksa peliharaanku, BLOG
seorang aku, tentu tak akan puas memiliki sebuah blog saja, jadi aku membuat 7 blog. Sejak beberapa tahun lalu
hanya 3 blog yang rajin kuperiksa dan ku update saat aku mempunyai topic baru
ketika aku memeriksa blog pertamaku, yang angka penayangannyanya mencapai 70.000 itu, aku cukup tercengang
tanganku sebentar terasa kaku dan terpaku diatas keyboard
tawaku nyaris lepas jika aku tak menyadari kejanggalan itu
ketika aku membaca kolom statistic pada bagian sumber lalu lintas, aku menemukan sesuatu
seseorang membuka blgku dengan kata kunci “teks drama ciptaan eny khoirunnisa

lucu jika aku melihat kalimat sederhana itu
eny khoirunnisa adalah namaku. Seorang anak biasa yang suka menulis tentu saja memang punya banyak ciptaan teks drama
tapi yang aku pedulikan adalah, tentangmu
teringat dibenakku, tadi siang kau sempat menanyakan tentang karya-karyaku
berapa banyak cerita yang pernah ku tulis dan kupublikasikan
tentang bagaimana perkembangan pembaca ceritaku sampai saat ini, dan masih banyak
dari sisi itu aku mulai bertanya,
apakah kau yang mencariku di BLOG
apakah kau yang sengaja mencari karya-karyaku. Untuk sekedar pembuktian atau kau ingin tahu lebih tentangku?
Aku masih sering tak mengerti.
Tidak. Ini hanya perkiraan sepihakku
Tapi semua ini begitu pas. Apa ini hanya sebuah kebetulan semata?
Menurut buku yang pernah membuka hati dan pikiranku, tak ada yang namanya kebetulan
Semua hal yang terjadi selama hidup kita sudah direncanakan oleh tuhan
Sebuah pertemuan dan perisahan memang sudah tersurat
Sebuah pencarian dan kepastian memang sudah tuhan siapkan untuk kita, untuk menguji kita
Dan hal baik yang terjadi dalam hidup kita adalah sebuah cara tuhan untuk membahagiakan kita
Mungkinkah hal kecil ini adalah salah satu cara tuhan
Atau ini mungkin akan menjadi rencana tuhan untuk sesuatu yang lebih indah
Yang telah lama kuimpikan. Yang telah lama kubisikan dalam setiap doa yang kupanjatkan
Mungkinkah ini jawaban tuhan? Mungkinkah tuhan akhirnya bosan mendengarkan namamu yang kusebut ratusan kali dalam doa ku dan tuhan akhirnya mengabulkannya?
Mungkinkah?
Tidak. Tidak. Cukup.
Aku harus bisa mengendalikan rasa bahagia yang sebenarnya berawal dari sebuah fatamorgana belaka ini.
Aku tahu pada akhirnya aku akan jatuh. Iya. Aku siap
Jika aku bisa mengatur cara kerja otakku, aku kan menyuruhnya berhenti mengirimkan sinyal harapan
Aku akan menyuruhnya berhenti memimpikan sesuatu yang hampir mustahil untuk kudapatkan
Aku akan menyuruhnya untuk menghapus segala kenangan dan cerita manis tak nyata itu
Dan jika aku benar-benar bisa, aku akan menyuruhnya untuk berhenti mencintaimu
Sayangnya tidak. Aku tidak bisa.
Aku hanya bisa mengikuti alur yang dibuat oleh tuhan dan mengikuti jalan pikiran otaku yang terkadang bodoh ini

Seperti sekarang yang dengan bodohnya mengira kau lah seseorang yang mencariku didunia maya itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar