22 Desember 2022
22 Desember 2022
16 November 2022
21.56
Bandung, Jawa Barat
Sebelum aku cerita tentang malam ini, aku ingin bercerita tentang 2022. Sebuah titik balik kehidupanku terjadi di tahun ini, di usiaku yang menginjak 24 tahun di bulan juli 2022. Aku tidak menyangka hidupku akan berubah semenakjubkan ini, terimakasih kepada tokoh yang terlibat di dalamnya, untuk tuhanku, Allah. untuk keluargaku, dan orang orang yang kukasihi.
Hari itu nyaris gerimis, langit sudah mendung sejak pagi namun hujan masih enggan turun ke bumi. Aku memandang dahan yang menari-nari menyambut angin, dari kaca jendela mobil yang ku buka sedikit. Tanah sebelum hujan memang candu, ditambah lagu lama yang di putar oleh pengemudi kala itu.
Sayang maaf ya kalau aku kayak anak kecil
Aku tu kayak gini karna aku sayang banget sama kamu
Sayang maaf ya kalau aku bucin
Ini tu karna aku takut kehilangan kamu
Terserah mau bersyukur atau mundur
Dear, Mas
Pertemuan singkat kemarin banyak membuka mataku. Kemudian membuatku bertanya lagi, benarkah aku menginginkanmu ?
Seperti kalimat kalimat manis dariku setiap malam, sapaan hangatku saat pagi datang, dan cemburu manjaku saat kesal.
Aku menulis ini pukul 23.07
Sesaat setelah panggilan telepon kita berakhir. Kamu menyuruhku tidur, tentu saja seperti biasa aku tidak melakukannya. Sambil menunggu baterai ponsel terisi minimal 40%, aku membuka instagram. Tidak ada yang menarik selain story teman temanku yang sebenarnya sudah ingin ku sembunyikan. Baik, alenia pertama ini aku masih berbicara kesana kemari yang intinya aku mau bilang bahwa aku akan pindah ke akun ketigaku. Bukan apa apa, hanya ingin mencari suasana baru.
Aku tersenyum, catat ya T E R S E N Y U M
Bukan tertawa apalagi menertawai
Malam ini aku belum tidur
Sampai hari berganti hari
Semula rabu menjadi kamis
Sudah tiga hari