Selasa, 28 Desember 2021

Masa Depan

Dear, Mas

Pertemuan singkat kemarin banyak membuka mataku. Kemudian membuatku bertanya lagi, benarkah aku menginginkanmu ?

Seperti kalimat kalimat manis dariku setiap malam, sapaan hangatku saat pagi datang, dan cemburu manjaku saat kesal.

Kalimat i love you dari bibirku mudah saja terucap, kukira memang dari hati, namun hari ini entah mengapa aku bertanya kembali.

Apakah benar kamu ?

Sampai aku tidak bisa membedakan antara tanya dan ragu. Yang minggu lalu sangat kuyakini bahwa aku sangat takut kehilanganmu. Namun malam ini seperti ada yang berubah. Entah dariku, darimu, atau karena perihal waktu.

Kita banyak bercerita, satu persatu yang tersimpan mulai terbuka. Dariku yang bertanya sampai kamu yang membuka rahasia.

Kemudian sebelum tidur aku bertanya lagi, sembari mendengarkan lagu resah dan menatap langit langit kamar.

Jujur.

Aku bukan sedang belajar bagaimana mencintaimu, memahamimu, atau mengenal sedikit banyak tentangmu.

Saat kemarin kubilang semua orang berhak memilih, dan keputusanku adalah kamu diatas segalanya, itu benar. Itu yang kuyakini sampai malam ini, dan kuharap sampai waktu yang kita sebut selamanya.

Kamu dulu sering mengingatkan bahwa masa depan bisa saja tak seperti rencana. Namun aku menepisnya, mengatakan bahwa kita pasti bersama. Hari ini aku menyadarinya sebagai sebuah usaha, bahwa pada akhirnya mungkin kita bisa saja saling mengalah.

Namun kupastikan bahwa kita tidak akan saling menyerah.

Ketika merasa tiba-tiba ada dinding yang memisahkan kita, atau masa lalu yang mulai mengusik, bahkan ragu yang entah ingin bersua, aku ingin kita bicara lagi.

Tepatnya aku, yakinkan aku untuk terus memegang janji yang kuucapkan sendiri.

Begitulah

Hal yang sedang kupelajari, adalah bagaimana aku menepati janjiku sendiri

Bahwa aku memilih berada di titik ini karena memang kamu lah orangnya, orang yang kupercaya bisa membuatku bahagia, bersama dalam suka dan duka, seperti kalimat yang terdengar dari gereja.

Sungguh

Aku tidak lagi mengerti cinta, tak ada waktu untukku memahami rasa, namun untuk bisa bahagia kuharap memang hanya dengan kamu jawabannya.

Sudah ya sayang

Maaf malam ini aku gagal untuk tidur pukul sebelas malam.

Sampai jumpa besok malam

Dalam panggilan telepon whatsapp

Tidak ada komentar:

Posting Komentar