Entah sudah berapa lama aku menunggu hari ini. Setelah perjalanan panjang pencarian kepastian. Kamu sudah lama hadir, kamu yang kupilih untuk duduk bersama denganku hari ini. Begitu panjang jalan yang kita lalui, namun sebuah hal yang lebih panjang kutahu sedang menanti kita. Aku memandang jari manisku ketika kamu melihat ke arah lain, sambil mengingat sesuatu. Cincin emas dengan berlian imitasi yang kupilih sendiri dua tahun lalu di toko perhiasan yang terkenal di kota.
Aku sebenarnya lebih suka memakai cincin di jari telunjuk, namun kamu memaksaku untuk memakainya di jari manis. Kamu yang hari ini sedang berada di tempat lain. Kita pernah punya mimpi yang sama, kita bisa bercerita sampai tengah malam berdebat tentang masa kuliah yang tidak akan bisa terulang. Dan pada akhirnya kamu tetap tidak mau mengalah, bahkan ketika memutuskan untuk pergi. Aku menghela nafas, mengalihkan pandangan ke arah tamu undangan yang berjalan memasuki terowongan bunga berwarna merah muda.
Ada seseorang yang tidak asing, kemudian kuperhatikan lagi. Aku tidak memakai kacamata padahal minusku cukup banyak, it will ruin my make up . Dia berjalan sendiri, mencoba membaur bersama tamu lain yang kebanyakan datang berdua sambil bergandengan tangan. Oh, bukan. Dia bukan seseorang yang kukira itu kamu. Yang sampai hari ini masih sering datang dan pergi dalam memoriku. Apa kabar ? sudah hampir empat tahun kamu berkelana di negeri Paman Sam. Sudahkah kamu menemukan apa yang kamu cari ? keadilan yang dulu sering kamu teriakkan di jalanan yang terik.
Aku berdiri, ketika pembawa acara meminta semua orang memberi penghormatan pada pasangan mempelai yang pagi tadi telah mengucap janji suci. Aku merapikan gaun hijau muda yang di hiasi manik-manik berkilauan. Pintu utama yang semula tertutup telah terbuka. Hanya langkah kaki anggun yang dapat menemani riasan cantik malam itu. Diiringi tepuk tangan dan lagu yang mengalun lirih, orang yang teramat penting dalam hidupku berjalan diatas permadani putih. Dengan tangan yang saling bertaut, tatapan indah itu membuatku tersenyum, lebih dari sekedar bahagia.
Sahabatku, hari ini dia menikah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar