Kamis, 18 November 2021

Hello from 13th November

Sebelumnya gue ucapkan selamat membaca untuk kekasih gue yang gue sayang. Dia yang bukan merupakan alasan dibalik tulisan tulisan gue selama ini. Bukan dia tokoh yang selama ini jadi latar tokoh dalam puisi cinta gue. Tapi dia adalah orang yang berhasil meluluhkan prinsip paling kokoh dalam hidup gue. I don’t wanna start a relationship because I’m afraid of broken heart. Tapi sama dia, gue yakin dia adalah orang yang nggaakan nyakitin gue apalagi bikin gue patah hati. So first of all, I will say I love you, mas.

Tulisan ini lagi lagi bukan buat dia. Tapi alenia ini gue tulis sambil berusaha mengingat 8 tahun waktu gue yang gue pakai untuk mencintai lo. Cinta pertama gue. Jujur, 8 tahun terakhir ini nggaada sekalipun terbesit gue akan bisa lupain lo, bahwa gue akan benar benar bisa membuka hati untuk orang lain. Tapi tanpa sadar, gue bisa hidup dengan atau tanpa lo.

Gue akuin, gue sendiri gatau gimana perasaan gue ke elo. Tapi yang pasti, kenangan tentang lo mulai tergantikan. Gue pernah berharap kalau one day lo dateng ke gue, saat itu rasa gue masih sama dan belum terlambat untuk kita memulai. Tapi malem ini, gue mencoba meyakinkan diri gue sendiri. Gue tanya ke hati gue, siapa orang yang akan gue pilih ketika lo bener bener hadir (lagi). And jawaban gue adalah bukan lo. 

Gue akuin lagi, kenangan tentang lo memang abadi dalam ingatan gue. Tapi emang ternyata lo bukan orangnya. Lo bukan jodoh gue pada akhirnya.

Kalaupun lo dateng saat ini juga begitu lo baca tulisan ini, gue akan dengan yakin bilang bahwa Lo terlambat.

Gue udah ikhlas ngelepas lo.

Gue udah terbiasa tanpa lo.

Dan hati gue udah nemuin pemiliknya.

And I’ll be happy forever with him


Jadi sebenernya ini adalah surat perpisahan untuk cinta sewindu gue. Semoga kita bisa bahagia dengan pasangan masing-masing. Terimakasih cerita masa lalunya, berkat lo gue bisa ketemu jodoh gue. Gue belajar banyak dari cerita kita. Jadi nggaada penyesalan ketika memang gue dan lo ngga bisa jadi kita. Mungkin alasan yang sama seperti dilan dan milea. Gue sama sekali ngga habis pikir dulu, kenapa 2 orang dengan cerita masa lalu yang begitu indah bisa berakhir tak bersama. Sekarang gue ngalamin itu. Semudah ini memang Tuhan membalikkan hati manusia. Mungkin ini jawaban atas doa gue yang mana selalu gue lantunkan jika lo emang bukan jodoh gue, gue minta Tuhan lapangkan hati gue. Tapi Tuhan maha baik, bukan cuma hati gue yang lapang, Ia kirimkan juga malaikat untuk menjaga gue selamanya.

So, ini adalah surat perpisahan gue buat lo. Dan surat cinta pertama untuk kekasih gue.


Sekian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar