Rabu, 22 April 2020

Cinta Pertamaku

Hallo cinta pertama, apa kabar?
Aku semakin bertambah usia, kamu pun juga. Kita menua bersama, tapi tidak bersama-sama. Hampir 4 tahun ku rasa sejak jarak memisahkan kita, menghentikan kesempatan yang ku punya. Tapi tidak menghilangkan rasa.

Sudah lama, tapi dalam ingatanku kamu baru saja mengucapkan selamat ulang tahun untukku. Ucapan pertama dan terakhir selama ini. Seperti batu kemarin. Begitulah ingatanku tentangmu. Seperti baru kemarin bertemu, baru kemarin kita berboncengan naik motor ke pantai, baru kemarin kita duduk berdampingan menonton konser, baru kemarin pun kamu memintaku untuk berhenti mencintaimu.
Bagiku semua seperti itu. Segala tentanu rasanya baru saja terjadi. Karena kamu adalah yang pertama dan terakhir bagiku. Namun bagimu, aku adalah coretan masa lalu. Setelah aku yang tak ada artinya, kamu bertemu dia, kamu jatuh cinta pada mereka, banyak nama lagi setelah namaku yang mencintaimu secara sepihak.
Diusia ini, banyak temanku yang berpasangan. Mereka telah bahagia dengan cara mereka. Namun aku disini. Masih sendiri memimpikan kehidupan bersamamu. Aku yang masih hidup dalam masa lalu. Aku yang masih berjalan ke arahmu. Aku yang masih mencintaimu.
Dari mereka aku masih tidak mengerti, bagaimana orang bisa pergi dari masa lalu. Orang yang mereka genggam tangannya sekarang bukanlah orang yang mendebarkan hati mereka di masa lalu. Dia adalah orang yang membuat mereka jatuh cinta lagi di masa sekarang. Bagaimana bisa aku tidak jatuh cinta lagi setelah menjatuhkan hatiku padamu... bagaimana bisa tidak ada orang lain selain kamu. Sedang bagimu, aku adalah bagian dari masa lalu
Aku tahu, suatu saat akan ada waktu dimana aku mau tidak mau harus melepaskanmu. Dan menggenggam tangan lain. Seolah dia adalah orang yang kucintai. Namun, segala tentangmu apakah bisa hilang dari ingatanku.... segala kenangan dan waktu bersamamu yang bertahan selama ini akankah sanggup ku pendam dan pura-pura bahagia dengan orang lain....
Ketika aku membuka mata, dia yang kulihat adalah kamu, saat aku hendak menutup mata bayangan terakhir yang kuingat adalah wajahmu. Ketika aku tersenyum alasanku bahagia hanyalah kehadiranmu.
Di tahun ini, aku membayangkan alasan kamu hidup adalah dia. Seseorang yang sekarang tak tampak oleh cerita. Dia yang akan datang di waktu yang tepat dan membuatmu bahagia. Dia dan bukanlah aku.
Saat waktu itu datang, aku akan duduk ditempat yang sama seperti sekarang. Dalam hatiku mendoakanmu selalu bahagia. Tersenyum walau ada kepedihan dalam hatiku. Seperti pada saat aku menulis ini, aku tahu waktu itu akan datang dan aku masih juga belum bisa melupakanmu.

Cinta pertamaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar