bukan tentang bagaimana rasa yang tertinggal, atau cerita yang belum usai. tapi melihatmu bahagia dengan orang lain memang tak sebahagia yang kubayangkan. ada sebuah senyun simpul di akhir tawaku, ada air yang menetes di sela tatapan rindu.
kemudian aku mulai bernostalgia lagi, dengan kamu yang dahulu. dengan aku yang tetap sama. tak pernah berubah dalam hal mencintaimu. hanya dulu kupikir kebahagianku adalah melihatmu bahagia. tak perlu denganku.
sekarang aku memilih untuk egois, aku ingin bahagia denganmu, yang kutatap sebelum kupejamkan mata, yang kusapa dengan kopi hangat di setiap pagi.
begitu rumit sekarang, kamu, aku, dan segala jarak dan ingatan yang mulai menghikang. hal sederhana yang membuatku bahagia saat ini adalah tidak melihatmu bersama siapapun. aku memilih kita berdua terjebak dalam ketidakbahagiaan daripada aku yang harus melihatmu bahagia sendiri. dan aku juga tidak suka jika aku bahagia sedang kamu masih kupedulikan dari jauh.
Jumat, 02 Februari 2018
Kamu Bersamanya. dan Aku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar